Semua tulisan dari Doddy Irawan

Alasan Penyanyi Abio Salsinha Luncurkan Buku Kamera Cinta di Indonesia

Kamarmusik.net, JAKARTA – Konsisten dan Kontinyu! Dua kata ini yang menjadi rahasia sukses Abio Salsinha atas pencapaian prestasinya dalam berkarier di dunia entertainment. Belum lagi usaha keras penyanyi Timor Leste ini dalam mempererat tali persahabatannya dengan sejumlah artis dan penyanyi Indonesia. Kisah inspirasi ini yang kemudian ia ceritakan dalam buku perdananya: Kamera Cinta, Cara Baru Memotret Peristiwa dan Kehidupan.

Pertanyaan sederhana pun meluncur. Mengapa Abio Salsinha lebih memprioritaskan Indonesia sebagai tempat untuk meluncurkan buku Kamera Cinta? Padahal bisa aja kan ia merilis buku perdananya di kampung halamannya sendiri, Timor Leste. Yaaa… penyanyi kelahiran Asumano, Liquisa 4 Februari 1980 ini telah memperkenalkan bukunya dengan didampingi sahabatnya, Citra Kirana, pada Jumat (2/6) lalu di Hotel Aston Kuningan, Jakarta.

Alasan Penyanyi Abio Salsinha Luncurkan Buku Kamera Cinta di Indonesia

Dari hasil pantauan Kamar Musik, acara launching buku Kamera Cinta berlangsung meriah. Sejumlah tamu kehormatan hadir seperti Miguel Manetelu (perwakilan Menteri Sosial Timor Leste), Alberto Xavier Pereire Carlos (perwakilan duta besar Timor Leste untuk Indonesia), Claricia Lay (perwakilan KADIN Timor Leste), Jose Manuel Mesquita (perwakilan ketua Asosiasi Nasional Musik Timor Leste), dan sejumlah pengusaha Timor Leste lainnya.

“Ini merupakan sejarah untuk hubungan diplomatik antara Indonesia dengan Timor Leste. Saya sangat bangga dengan Abio Salsinha. Baru kali ini ada penyanyi Timor Leste yang berhasil launching karya bukunya di Indonesia. Ini sangat mengharukan dan menyentuh hati. Semoga apa yang dilakukan oleh Abio bisa menjadi inspirasi bagi para pemuda Timor Leste untuk terus berkarya,” ujar Miguel Manetelu yang diamini oleh Alberto Xavier Pereire Carlos.

Dalam buku yang tebalnya kurang lebih 174 halaman ini, Abio mengulas tuntas apa itu definisi kamera cinta. Melalui buku ini, ia membuka wawasan baru tentang bagaimana cara efektif dalam menggunakan kamera. Ada pula rahasia tersembunyi dan kekuatan tersembunyi di dalam kamera yang mungkin belum banyak yang menyadarinya. Lewat kamera cinta, seseorang bisa menghargai momentum perjalanan hidup menjadi sesuatu yang penuh makna.

4 Artis Indonesia Ini yang Jadi Inspirasi Abio Salsinha di Buku Kamera Cinta

Alasan Penyanyi Abio Salsinha Luncurkan Buku Kamera Cinta di Indonesia

Buku yang ditulis oleh Abio Salsinha dengan co-writer Lutfi JW ini juga menguak nama-nama selebriti Indonesia yang menginspirasi kariernya seperti Citra Kirana, Raffi Ahmad, Jessica Iskandar, sampai Ayu Ting Ting.

“Betul, mereka lah yang membuat saya bisa konsisten untuk mengembangkan karier di Indonesia. Jessica Iskandar contohnya, dia pun ternyata juga penulis buku. Bahkan sudah 2 buah bukunya terbit, sebentar lagi mau proses buku ketiga. Ceritanya penuh inspirasi dan itu yang membuatku juga terinspirasi untuk menulis buku,” ulas Abio.

Alasan Penyanyi Abio Salsinha Luncurkan Buku Kamera Cinta di Indonesia

Ia pun membuka rahasia bagaimana seorang Citra Kirana mampu membuat Abio gemetaran. Nah lho…

“Pertama kali aku bertemu Citra Kirana di daerah Cibubur, saat aku ke lokasi syuting sinetron Tukang Bubur Naik Haji. Dia sangat welcome saat aku minta foto dengan menyerahkan selendang Timor Leste. Saat itu aku gemetaran. Matanya, senyumnya, dan wajahnya sangat mendamaikan,” tulis Abio dalam buku perdananya.

“Sebelum kenal kamera cinta, aku pandang Citra Kirana karena wajahnya yang cantik dan bodinya yang bagus. Saya berimajinasi kurang baik. Ternyata menurut prinsip kamera cinta itu salah. Jangan pandang orang dari wajah dan statusnya, tapi pandanglah dari sisi hati dan jiwanya. Citra Kirana adalah bidadari yang tak boleh dijahati,” lontarnya.

“Bulan Desember 2016, kekagumanku pada Citra Kirana kian bertambah. Citra Kirana berlatih teater bersama orang biasa dan dia tidak berlaku sok bintang. Dia tetap kalem, rendah hati, dan murah senyum. Teater itu ia modali untuk sarana berbagi. Sekelas Ciki aja masih mau belajar acting, maka aku malu kalau tidak belajar juga,” kupas Abio lagi.

Alasan Penyanyi Abio Salsinha Luncurkan Buku Kamera Cinta di Indonesia

Yupsss… Citra Kirana pun mendukung keputusan Abio untuk menunjukkan eksistensinya di dunia hiburan tanah Air. Hal itu ia buktikan dengan mengejar waktu naik ojek online demi menghadiri acara launching buku Kamera Cinta.

“Jelas saya bangga kalau bisa menginspirasi orang. Saya senang apa yang saya lakukan, bisa menginspirasi Mas Abio sampai bisa menulis bukunya yang pertama. Saya juga awalnya nggak tahu kalau Mas Abio suka menulis. Jadi saat silaturahmi kerja terjalin, kemarin memang dia ngasih kabar, ‘Bisa nggak datang ke launching acara buku saya?’ Eh ternyata Mas Abio menjadikan saya sebagai salah satu inspirasinya,” ucap pesinetron kelahiran 23 April 1994 itu.

Perjuangan Puluhan Tahun Itu Pun Berbalas Sebuah Penghargaan

Alasan Penyanyi Abio Salsinha Luncurkan Buku Kamera Cinta di Indonesia

Lembaga Prestasi Indonesia Dunia (LEPRID) yang diprakarsai Paulus Pangka memberikan award khusus kepada Abio Salsinha. Prestasinya adalah “Warga Negara Asing Pertama yang Secara Konsisten dan Kontinyu Berkarier di Bidang Seni Peran dan Musik, Dalam Rangka Meningkatkan Hubungan Persahabatan Timor Leste dan Indonesia”.

Menurut Paulus Pangka, penghargaan itu layak diberikan karena nggak banyak musisi asal Timor Leste yang bisa berkarier di Indonesia. Abio pun nggak hanya sekadar eksis di musik tapi juga mempererat hubungan kedua negara.

Alasan Penyanyi Abio Salsinha Luncurkan Buku Kamera Cinta di Indonesia

“Prestasi Abio di musik Indonesia memang belum terlalu banyak. Cuma perlu dicatat, dia berkarier di Indonesia juga memiliki misi untuk mempererat hubungan Timor Leste dan Indonesia,” ceplos Paulus Pangka di Jakarta.

Sementara itu, Abio mengaku bangga bisa menerima penghargaan khusus dari LEPRID. Pria yang mulai menyanyi sejak usia 7 tahun itu terharu misi dan tujuannya bermusik di Indonesia mendapat perhatian dan apresiasi khusus.

Alasan Penyanyi Abio Salsinha Luncurkan Buku Kamera Cinta di Indonesia

“Iya, selain nyanyi dan main sinetron, tujuan mulia saya untuk mempererat hubungan Timor Leste dan Indonesia. Karena Indonesia saudara, bukan orang lain. Maka saya pilih meniti karier di Indonesia,” ucap Abio sambil menangis.

Pulang Kampung, Abio Salsinha Disambut Oleh Ribuan Masyarakat Timor Leste

Alasan Penyanyi Abio Salsinha Luncurkan Buku Kamera Cinta di Indonesia

Dari hasil penelusuran Kamar Musik melalui akun resmi Facebook Abio Salsinha, Sarjana lulusan Universitas Oriental (UNITAL) Teknik Sipil dan Universitas Da Paz (UNPAZ) Teknik Industri ini mendapat kejutan luar biasa begitu tiba di Bandara Internasional Presidente Nicolau Lobato, di Kota Dili, Timor Leste, Kamis (8/6) kemarin.

Sejumlah musisi yang tergabung dalam Almamor pun menyambut hangat Abio ketika ia turun dari pesawat. Bahkan Abio diarak bak pahlawan oleh ribuan kendaraan dari bandara menuju tempat ia dilahirkan di Liquisa, Timor Leste.

“Saya bahagia dan terharu, ternyata rakyat Timor Leste, musisi yang tergabung dalam Almamor serta pejabat Timor Leste menyambut kedatangan saya. Terima kasih buat warga Liquisa yang udah mensupport karier saya selama ini,” urai Abio yang membawa penyanyi Indonesia seperti Winda Saskia, Lia Callia, dan Denias Ismail.

Alasan Penyanyi Abio Salsinha Luncurkan Buku Kamera Cinta di Indonesia

“Ini antara percaya dan tidak, semua warga Timor Leste sampai menunggu saya di bandara,” beritahu Abio terharu.

Hal ini tentu nggak lepas dari Buku Kamera Cinta yang diterbitkan oleh Penerbit Elmatera Publishing, Yogyakarta.

“Buku ini saya persembahkan untuk keluarga tercinta, para pahlawan Indonesia dan Timor Leste. Tunggu kejutan di buku kedua yang udah tertulis beberapa belas halaman,” tutur putra dari Angelina Salsinha dan Angelo Soares itu.

 

edofumikooo

 

Lesti Mencurahkan Isi Hatinya Lewat Lagu ‘Buka Mata Hati’, Sedalam Apa?

Kamarmusik.net, JAKARTA – Apa iya hidup di dunia ini hanya untuk berlomba-lomba mengejar harta? Rugi banget kan kalau nafas dan kesehatan yang diberikan Tuhan nggak dimanfaatkan untuk berburu amal kebaikan. Message ini yang sebenarnya ingin disampaikan oleh Lesti melalui single terbarunya “Buka Mata Hati”.

Kamu akan melihat sisi lain yang berbeda dari lagu yang didendangkan oleh pemilik nama lengkap Lesti Andryani ini. Tiada cengkok dangdut yang mendayu-dayu dari lagu “Buka Mata Hati”. Ini lah sesungguhnya lagu yang udah lama idam-idamkan oleh pedangdut remaja kelahiran Bandung, 5 Agustus 1999 ini. Ini dia single religi perdana dari Lesti.

Lagu yang diciptakan oleh Faisal “Echal” Fahmi dan diaransemen oleh Marcel Aulia ini bisa kamu nikmati di album Hits Religi Terbaik rilisan Trinity Optima Production. Sebuah karya ciamik dari Lesti “Kejora” yang coba mengajak para pendengarnya di seluruh Indonesia untuk berbuat baik dan mengisi kehidupan dengan hal-hal positif .

“Lagu ini sebenarnya bercerita sekaligus mengingatkan bahwa hidup ini hanya sementara. Oleh karena itu, kita harus berusaha memanfaatkan waktu yang sebentar ini dengan melakukan hal-hal positif. Amal baik yang kita tanam selama di dunia ini yang akan menjadi bekal penting di akhirat nanti,” tutur pelantun hits “Zapin Melayu” ini.

Sampai berita ini diturunkan, Selasa (6/6) malam, video musik “Buka Mata Hati” di YouTube telah menyedot perhatian pecinta musik Indonesia, khususnya LesLov, sekitar 353 ribu viewers. Banyak komentar positif yang bermunculan lho setelah Lesti menyanyikan lagu religi ini. Btw, ada kesulitan nggak ketika Lesti rekaman lagu ini?

 

“Kesulitan sih nggak ya, lebih tepatnya sih adaptasi. Biasanya kan aku nyanyi lagu dangdut yang pakai cengkok, kalau sekarang kan musiknya lebih ke pop melayu. Alhamdulillah, rekamannya cuma sebentar banget. Aku mulai jam 8 dan selesai jam 10,” ulas Pendatang Baru Wanita Terpopuler di ajang Indonesian Dangdut Awards 2015 itu.

Ada cerita seru nih di balik proses rekaman yang mungkin belum diulas oleh media-media lainnya.

“Jadi banyak lirik yang diganti dan banyak not yang diganti. Aku sangat tertantang untuk mempelajari lagu ini dengan baik. Hari itu dikasih lagunya, hari itu juga aku harus menguasai dengan baik. Soalnya ini lagu religi pertama yang udah lama aku tunggu sejak aku terjun ke dunia hiburan,” imbuh juara ajang D’Academy musim pertama ini.

Lirik Lagu Religi Lesti yang Sangat Menyentuh Hati

Lesti Mencurahkan Isi Hatinya Lewat Lagu 'Buka Mata Hati', Sedalam Apa

Biar nggak penasaran, Kamar Musik kasih deh lirik lagu “Buka Mata Hati”. Nyanyi bareng nggak dilarang kok 🙂

Sudah sekian lama di dunia
Tak jua kau memahami
Dunia seakan hanya tentang uang dan harta

Bagaimana,agar kau mengerti
Buka mata hati mu
Dengar firman ilahi
Ingatkah kau, pada kematian
Yang kau bawa hanyalah
Amal slama di dunia

Manusia yang paling mulia
Slalu menjaga hatinya
Dia sabar menerima cobaan yang Allah berikan
Hargailah hidup ini Selagi kau masih bernafas
Waktu tak akan menunggu
Hingga sampai kau sadar khilaf itu pastikan ada
Manusia tempatnya salah
Janganlah kau nodai hatimu dengan benci

Lagu ini menjadi salah satu lagu baru dari 11 track di album kompilasi Hits Religi Terbaik. Buat yang pengin membeli CD originalnya, kamu bisa langsung serbu deh gerai-gerai AlfaMidi dan Lawson yang tersebar di seluruh Indonesia.

Lesti Mencurahkan Isi Hatinya Lewat Lagu 'Buka Mata Hati', Sedalam Apa

“Setelah mendengar single ini, mudah-mudahan masyarakat Indonesia jadi terketuk hatinya dan membuka mata hati untuk selalu melakukan hal-hal baik dan menjauhi sesuatu yang buruk. Semoga banyak yang suka ya dengan lagu ini dan bisa membawa keberkahan bagi aku dan semua orang yang mendengarkannya,” harap Lesti yang mengaku sangat menyukai lagu “Ampuni Dosaku” nya D’Bagindas dan “Sholat” nya Setia Band di album kompilasi ini.

Terakhir ya Lesti, apa nih pesan kamu untuk seluruh LesLov di bulan suci ini?

“Yaaa… manfaatkan bulan suci Ramadan ini dengan baik seperti melakukan ibadah secara khusyu. Berdoa ya semoga kita semua kembali dipertemukan dengan bulan Ramadan tahun depan dalam keadaan sehat,” tutup Lesti.

edofumikooo

Kangen Sama Lagu Anak-Anak? Yuk Nonton Film Surat Kecil Untuk Tuhan

Kamarmusik.net, JAKARTA – Untuk memeriahkan hari Lebaran, ada film yang seru nih untuk ditonton bersama keluarga besar, yaitu Surat Kecil Untuk Tuhan. Film yang diproduksi oleh Falcon Pictures ini menampilkan dua pemeran utama yang aktingnya udah nggak diragukan lagi: Bunga Citra Lestari dan Joe Taslim. Kamar Musik nggak akan membedah sinopsis filmnya, namun lebih menjurus ke soundtrack filmnya. Apa sih keistimewaannya?

Yaaa… ilustrasi musik film yang disutradarai oleh Fajar Bustomi ini berisikan lagu hits anak-anak tempoe doeloe yang didaur ulang. Kumpulan soundtrack film ini dapat kamu nikmati dalam sebuah mini album yang bermaterikan 5 lagu anak-anak yang enak didengar sepanjang masa. Di antaranya ada “Ambilkan Bulan”,”Bintang Kecil”, “Nina Bobo”, “Tik Tik Bunyi Hujan”, dan “Suka Hati”. Lagu yang terakhir disebut, judul aslinya adalah “Kalau Kau Suka Hati”.

Agar musiknya lebih kekinian dan lebih nempel dengan cerita filmnya, seluruh lagu tersebut diaransemen ulang dan dinyanyikan kembali oleh anak-anak dari paduan suara Purwacaraka Music Studio Choir. Menurut sang sutradara film Surat Kecil Untuk Tuhan, kehadiran lagu anak-anak yang dinyanyikan dalam format choir itu mampu menambah suasana film menjadi jauh lebih megah. Lagu “Suka Hati” pun sampai dibuatkan video musiknya lho.

Untuk hasil maksimal, Falcon Pictures menunjuk Rizal Mantovani untuk menyutradarai video musik “Suka Hati”.

Kangen Sama Lagu Anak-Anak Yuk Nonton Film Surat Kecil Untuk Tuhan

“Falcon Pictures ingin sebuah video klip yang bisa mewakili dan menggambarkan kesucian hati anak-anak. Berangkat dari itu, saya membuat video klip dengan penggunaan warna putih sebagai lambang kesucian. Lahirlah visualisasi mulai pakaian para pemeran video klip, latar, properti, dan penggunaan instrumen musik pun juga menggunakan warna putih,” beritahu Rizal Mantovani yang memilih melibatkan anak-anak yang belum terbiasa syuting.

Avrilla Sigarlaki, pemeran Ningsih kecil dalam film Surat Kecil Untuk Tuhan, dilibatkan untuk membintangi video musik ini. Ia beradu akting dengan Aura Kasih yang memerankan tokoh Ningsih setelah ia tumbuh dewasa.

“Aku ikut bangga sih karena orang-orang bisa mendengarkan kembali lagu anak-anak zaman dulu,” papar Avrilla.

Avril juga turut prihatin akan kurangnya pasokan lagu anak-anak saat ini.

“Anak-anak sekarang jadi suka dengerin lagu-lagu barat, karena lagu untuk anak-anaknya nggak ada. Aku tadinya malah nggak hafal lagu ini. Selain kurang familiar, lagu anak kecil udah jarang disetel juga sekarang,” sambung Avril.

Ternyata Ini Alasan Film Surat Kecil Untuk Tuhan Memakai Lagu Hits Anak-Anak

Kangen Sama Lagu Anak-Anak Yuk Nonton Film Surat Kecil Untuk Tuhan

Film yang diangkat dari novel best-seller karya Agnes Davonar ini bulat memilih 5 lagu lama anak-anak sebagai soundtrack nya. Jadi penasaran pengin dengerin penjelasan langsung deh dari Falcon Pictures.

“Sebenernya kami ingin membuat campaign ‘We Are The World’ nya Michael Jackson. Karena lagu anak-anak sekarang bisa dibilang udah hampir nggak ada,” jelas Frederica, produser Falcon Pictures.

“Anak-anak sekarang lebih dengerin lagu barat. Jadi sebenarnya kami pengin coba nge-remix lagu anak-anak dengan nuansa yang baru,” beber Frederica.

“Intinya kami pengin sharing happiness. Lagu anak-anaknya biar tergambar banget dan para orangtua yang mengajak anaknya nonton film ini, akan memperkenalkan lagu-lagu anak yang dulu terkenal,” ceplos sang produser.

Wah… oke juga penuturan Ibu Frederica. Semoga kembali bermunculan lagu anak-anak yang kaya pesan moral ya.

Fajar Bustomi pun menambahkan kalau kemunculan lagu anak-anak tersebut akan membuat para penonton larut dalam kisah yang disajikan dalam film Surat Kecil Untuk Tuhan.

“Ada salah satu scene di mana Angel kecil dan kakaknya tidur di gerbong kereta. Ditambah masuknya lagu ‘Nina Bobo’ dengan aransemen yang baru. Hasilnya, adegan tersebut semakin menyentuh dan bikin merinding,” jelas Fajar.

Iya deh, semoga film ini mampu memopulerkan kembali lagu anak-anak dari invasi lagu-lagu remaja bertema cinta.

edofumikooo

 

Biar Nostalgia Lebih Menawan, Calvin Jeremy Bikin Video di Korea Selatan

Kamarmusik.net, JAKARTA – Ngaku dooongs, siapa nih yang kangen berat sama Calvin Jeremy? Nah, Kamar Musik bawa kabar te-o-pe abiezzz nih dari doi. Penyanyi kelahiran Jakarta 6 Mei 1991 ini bakal ngasih kejutan spesial lewat album barunya yang berjudul Nostalgia. Yupsss… cowok yang dijuluki The John Mayer of Asia ini tengah melibati syuting 2 video musik sekaligus di Korea Selatan. Tuh kan, udah pengin buru-buru liat hasilnya ya?

Sebagai musisi, pemilik nama lengkap Calvin Jeremy Sihombing ini selalu punya strategi jitu dalam mengeksplor karya-karya musiknya. Demi album ketiga ini, penyanyi dengan ciri khas vokal husky dan falsetto ini beneran ingin memanjakan para penikmat musik tanah air, khususnya Calvriends. Siap-siap terpukau deh sama lagu dan video musik kecenya yang berjudul “Nostalgia” dan “All Right” dengan eksotisme pemandangan cantik di Korea Selatan.

Khusus lagu “All Right”, ia berkolaborasi dengan musisi idolanya, Wouter Hamel. Calvin Jeremy dan penyanyi jazz asal Belanda itu melakoni syuting video musik di kota Seoul. Beberapa lokasi yang dijadikan setting antara lain Namsan Tower, Hongdae, Itaweon, Insadong, Myeondong, dan Dongdaemun Design Plaza. Gedung-gedung tinggi nan modern, bangunan-bangunan tradisional, dan kesibukan kota Seoul akan menambah keren video musik “All Right”.

Biar Nostalgia Lebih Menawan, Calvin Jeremy Bikin Video di Korea Selatan

Bagaimana dengan video musik “Nostalgia”? Awas meleleh sama pemandangan indah nan terbentang di provinsi Gangwon. Whoaaa.. itu kan lokasi yang dipakai untuk syuting drama Goblin. Pemilik album studio Selamanya (2010) dan Calvin Jeremy (2012) ini menuangkan ungkapan hatinya lewat postingan foto di Instagramnya calvinjeremy

“Hari ke 9 di Korea untuk pembuatan#MusicVideo #CalvinJeremyNostalgia &#CalvinJeremyAllRight. Foto ini kurang lebih menggambarkan suasana di sini. Damai, tenang, menyenangkan, dan ada perasaan yang gak bisa digambarkan dengan kata-kata, hanya bisa dirasa.”

Sederet Kejutan Lain yang Dipersembahkan Calvin Jeremy di Album Nostalgia

Biar Nostalgia Lebih Menawan, Calvin Jeremy Bikin Video di Korea Selatan

Hadeeuuhh… 2 video musik tadi beneran bikin Kamar Musik kepo maksimal euy. Sekarang biarkan Calvin Jeremy menuntaskan scene demi scene nya di Korea Selatan. Biar nanti kita juga puas sama hasil kreativitasnya, ya kan? Selain “All Right” dan “Nostalgia”, ada beberapa track yahud di album ketiga yang nggak kalah cihuy.

Penyanyi yang pernah tergabung di The Freaks bersama Nikita Willy, Teuku Rassya, dan Aliando Syarief itu akan merilis album Nostalgia pada akhir tahun 2017. Salah satu lagu asyik yang bakal mejeng adalah “Kita”. Dalam video musik yang dirilis akhir tahun 2016 itu juga menghadirkan pelakon YouTubers kondang Malaysia, seperti Nandy dan Epul. Khusus lagu ini, Calvin Jeremy berduet dengan penyanyi asal Malaysia, yaitu Daiyan Trisha.

Oh iya, satu lagi track yang bakal nongol di album Nostalgia adalah “Tak Berdua”. Tepat tebakan kamu. Lagu ini merupakan sekuel dari lagu “Berdua”. Jadi… lagu “Tak Berdua” ini ditulis berdasarkan pengalaman pribadinya saat lagi patah hati. Lewat lagu ini, pemain film Hasduk Berpola ini ingin mencerahkan para pendengarnya bahwa ada kalanya kita harus sepakat mengakhiri sebuah hubungan demi kebaikan masing-masing pihak.

Bocorannya nih, cowok yang berkesempatan menyanyikan kembali hit milik Chrisye berjudul “Hip Hip Hura” di album kompilasi Melody Chrisye (2016) itu mencoba menampilkan genre musik era 80-an di album Nostalgia. Untuk mempercantik aransemen, Andre Dinuth dipercaya untuk mengisi suara gitar di beberapa track album ini.

Kilas Balik Yuksss, Perjalanan Calvin Jeremy di Industri Musik Indonesia

Biar Nostalgia Lebih Menawan, Calvin Jeremy Bikin Video di Korea Selatan

Namanya mulai diperhitungkan ketika Calvin memperkenalkan lagu “Dua Cinta Satu Hati”, yang langsung nangkring di top chart radio-radio di seluruh tanah air pada tahun 2010. Kebintangannya juga meluas sampai Filipina berkat kolaborasinya dengan dengan Asia’s Multiplatinum Acoustic Sweetheart asal Filipina, Sabrina Orial, di lagu “Just The Way You Are”. Momen itu ia maksimalkan juga untuk membuat video musik “Maaf” di kota Manila.

Medio tahun 2011, Calvin Jeremy berkolaborasi dengan Kementerian Budaya dan Pariwisata Republik Indonesia dalam video musiknya, “Wanita Tak Biasa”. Pengambilan lokasi syuting di Bali dan Pulau Komodo, sekaligus bertujuan untuk mempromosikan wisata Indonesia melalui video musik tersebut.

Kecemerlangan Calvin berlanjut ketika ia merilis album keduanya tahun 2012. Single jagoannya yang berjudul “Berdua”, kembali melesat dan menguasai berbagai top chart radio-radio di Indonesia. Terobosan cerdas lainnya adalah ia mengajak Wouter Hamel untuk kolaborasi. Gayung pun bersambut. Calvin pun dilibatkan pada konser Wouter Hamel di Java Jazz Festival 2013 di Jakarta.

Wouter yang belum pernah sekalipun membawakan lagu milik orang lain secara mengejutkan mau membawakan lagu “Berdua” milik Calvin. Silaturahmi mereka bersambung ketika Hamel kembali menggandeng Calvin Jeremy dalam Asian Tour peluncuran album anyar Wouter Hamel berjudul Pompadour pada pertengahan tahun 2014. Rentetan sejarah ini yang akhirnya membuat Calvin untuk mengajak Hamel berkolaborasi lagi di lagu “All Right”.

edofumikooo

 

 

Maher Zain, Raef, dan Harris J Adu Keren Sama Fadly dan Indah Nevertari

Kamarmusik.net, JAKARTA – Salah satu album religi kece yang wajib ada di rak CD kamu tahun ini adalah album Religi Terbaik. Mengapa? Sesuai judulnya, album yang diproduksi oleh Jagonya Musik dan Sport Indonesia bersama DNA Production ini dihuni oleh para penyanyi terbaik yang dari luar negeri maupun dari dalam negeri. Maher Zain – penyanyi dan penulis lagu asal Swedia ini – bahkan menyanyikan 5 lagu yang dikemas dalam bahasa Indonesia.

Kamu bakal hanyut deh mendengarkan suara emas pemilik album studio Thank You Allah (2009) dan Forgive Me (2012) ini. Maher Zain menyanyikan “Tuntunku KepadaMu”, “Sepanjang Hidup”, dan “Ya Nabi Salam Alayka”. Sementara 2 lagu lain: “Peace Be Upon You” dan “Ramadan”, ia nyanyikan kembali dalam versi bahasa Indonesia.

Album Religi Terbaik ini bermaterikan 10 track. Kalau separonya telah diborong Maher Zain, siapa penyanyi tanah air yang ikut berkontribusi di album ini?

Pertama adalah Fadly, mantan vokalis grup band Padi yang kini eksis bersama Musikimia. Penyanyi asal Makasar ini menghadirkan dua tembang religinya, yaitu “Selimut Putih” dan “Menunggu PanggilanMu”. Kedua adalah Indah Nevertari, juara pertama Rising Star Indonesia musim pertama. Dara cantik berhijab kelahiran Medan yang pada tanggal 11 Mei lalu genap berusia 25 tahun itu, menyumbangkan lagu berjudul “Rabbana”.

Delapan lagu sudah diulas. Nah, dua lagu lain dipersembahkan oleh 2 orang musisi internasional yang juga memiliki jutaan penggemar setia di Indonesia. Pertama adalah Harris J. Remaja asal Inggris yang merupakan jebolan BRIT School of Performing Arts London tersebut menyanyikan lagu “Save Me From Myself”.

Berikutnya ada Raef Haggag. Penyanyi kelahiran Washington, 8 Agustus 1982 ini siap menghibur lewat lagu berjudul “You Are The One”. Popularitas musisi asal Mesir ini udah nggak diragukan lagi di Indonesia dan bahkan ia disebut-sebut sebagai The Next Maher Zain. Raef sendiri pernah berkolaborasi sama D’Masiv lewat tembang “TalaAl Badru”.

Apa Kata Maher Zain dan Fadly dengan Meluncurnya Album Religi Terbaik Ini?

Maher Zain, Raef, dan Harris J Adu Keren Sama Fadly dan Indah Nevertari

“Aku bersemangat sekali. Album ini mendapat respons bagus, dari laguku ‘Peace Be Upon You’, terima kasih Indonesia,” tutur Maher Zain yang ketika dihubungi melalui video call dalam acara peluncuran album Religi Terbaik di KFC Kemang, tengah berada di Afrika.

Steve Lillywhite, produser band-band besar di dunia yang sekarang menjadi CEO Jagonya Musik dan Sport Indonesia, menyatakan bahwa keterlibatan Maher Zain di album ini akan menarik banyak masyarakat Indonesia untuk beramai-ramai membeli album Religi Terbaik.

“Maher Zain adalah artis internasional pertama di KFC dan kami sangat bangga bisa bekerjasama dengan penyanyi religi kelas dunia. Saya yakin bahwa album Religi Terbaik ini akan menjadi album yang diminati masyarakat Indonesia,” beber produser asal Inggris yang telah dianugerahi 6 grammy awards ini. 

Weew, makin gokil aja kan tambahan nama besar yang berjasa dalam melahirkan album ini ke tengah masyarakat.

“Kami beri nama album Religi Terbaik karena memang materi dan semua penyanyi yang mengisi adalah yang terbaik,” papar Rina Novita, CEO DNA Production.

Fadly pun nggak ketinggalan bahagia dengan peluncuran album kompilasi religi terbaik ini.

“Saya senang bisa kembali ikut terlibat. Awalnya saya pernah duet dengan Maher Zain, tapi sekarang saya sendiri membawakan lagu ‘Menunggu PanggilanMu’ dan ‘Selimut Putih’ di album kompilasi ini. Nah… lagu ‘Menunggu PanggilanMu’ sendiri adalah lagu soal Umrah atau Haji.  Saya sudah lama juga pengin naik Haji tapi masih belum kesampaian. Mudah-mudahan dengan lagu ini mungkin kelak saya beneran bisa naik haji,” harap Fadly.

edofumikooo

Kisah Inspiratif Abio Salsinha, Petani Desa yang Berhasil Jadi Penyanyi (2)

Kamarmusik.net, JAKARTA – Ketika kamu punya mimpi, kejarlah terus mimpi itu dan jangan pernah berhenti. Percaya deh suatu saat nanti, segala pengorbanan dan kerja keras yang kamu lakukan itu pasti akan terbayar lunas. Kamar Musik akan melanjutkan kisah inspiratif seorang penyanyi yang punya semangat juang tinggi dan nggak pernah lelah dalam mewujudkan mimpi-mimpi besarnya. Sang petani desa itu bernama Abio Salsinha.

Siapa yang menduga ia bisa masuk studio rekaman dan punya 7 album. Album pertamanya berjudul Fulan ho Fitun. Ia berduet dengan musisi Timor Leste, Tonny Pereira. Album keduanya yaitu Metan Morena, kalau diterjemahkan artinya hitam manis. Album ketiganya adalah Keta Loko An, artinya hidup jangan terlalu menyombongkan diri. Album keempatnya adalah Gloria Haleluia, ada sebuah lagu Natal yang ia berduet kembali dengan Tonny Pereira.

Album kelimanya berjudul Tebe Likurai. Album keenam memakai judul bahasa Indonesia, Berterus Terang. Album ketujuhnya ia beri titel CLBK & Maria La Jadi. Dari seluruh album itu beberapa lagu jadi hits. Di antaranya “CLBK”, “Maria Lajadi”, “Didi”, “Laran Ne’e Tanis”, “Obrigado Doben”, “Tei Sando Lei”, “Keta Loko An”, “Tebe Likurai”, “Komarka”, “Tei Sendler”, dan lainnya. ‘Mantan’ petani desa itu lagi proses merampungkan album ke delapan.

Kisah Inspiratif Abio Salsinha, Petani Desa yang Berhasil Jadi Penyanyi (2)

Dalam salah satu track nya, Abio Salsinha berkolaborasi dengan aktris cantik Citra Kirana. Lagu yang mereka nyanyikan yaitu “Cinta 1 Dalam 2 Negeri”. Meski sibuk dalam dunia entertainment, musisi yang memiliki nama lengkap Abilio Soares Salshinha itu juga mampu membagi waktunya untuk menimba ilmu. Pada akhir tahun 2016 lalu, pria kelahiran Liquisa 4 Februari 1980 ini berhasil menjadi Sarjana Teknik di UNPAZ (Universidade Da Paz).

Bukan hanya eksis di dunia tarik suara, Abio Salsinha juga berhasil menjelajah dunia seni peran. Nggak heran kalau penyanyi Timor Leste ini memiliki banyak penggemar di Indonesia. Beberapa sinetron telah ia mainkan, salah satu yang fenomenal adalah Tukang Bubur Naik Haji. Kisah inspiratif hebat lainnya adalah Abio juga seorang penulis buku lho. Tanggal 2 Juni besok, di sebuah hotel di Jakarta, ia siap meluncurkan buku perdananya berjudul Kamera Cinta.

Ini dia bagian kedua kisah inspiratif Abio Salsinha yang penuh drama.

Cerita Kegigihan Sang Petani Desa yang Mampu Menembus Studio Rekaman

Kisah Inspiratif Abio Salsinha, Petani Desa yang Berhasil Jadi Penyanyi (2)

“Setelah lulus sekolah, impian saya untuk menjadi penyanyi terus bergelora. Untuk membuat album kan butuh dana yang tidak sedikit. Ketika mau rekaman, saya keluarkan semua uang yang selama ini saya tabung dengan susah payah. lagu. Waktu itu saya berprinsip, nggak mau meminta dana kepada siapa pun,” imbuh Abio yang selalu menyempatkan menulis syair lagu meski sibuk dengan pekerjaannya.

Selama memiliki niat baik dan kemauan tinggi, semua kesulitan yang menghadang pasti bisa dilewati.

“Jadi lah saya terbiasa mandiri. Seluruh album, saya langsung yang memproduserinya. Masing-masing album, baik itu CD maupun syuting video musiknya, saya produksi sendiri. Minimal sekali cetak CD sebanyak 500 keping. Saya punya moto, selagi masih mentah (musik) itu punya aku, tapi setelah masak (jadi CD album) itu punya semua orang,” ceplos musisi yang memiliki nama lengkap Abilio Soares Salshinha ini

Ia optimistis semua perjuangan yang ia lakukan di musik, pasti akan memberi inspirasi positif ke masyarakat luas.

“Buat saya, hidup di dunia hanya dua hal yang kita lakukan. Pertama, selagi bisa membuat sejarah, ya kita harus ciptakan. Setelah itu, kita akan kembali ke dunia atau alam yang lain. Kedua, memori. Kisah inspiratif dan lika-liku saya selama di dunia entertainment, semoga bisa menjadi penyemangat dan dilanjutkan oleh generasi muda yang akan datang,” lontar pria yang mulai menyukai musik sejak ia masih berumur 8 tahun ini.

Proses itu rangkaian panjang menuju sukses. Meski lahir dari keluarga petani, apa iya dia nggak bisa jadi penyanyi?

“Saya pengin memperkenalkan musik Tetun di negara Timor Leste dan negara-negara Asia lainnya, termasuk Indonesia. Kalau selama ini, mungkin saya belum mendapat support dari pemerintah, ya saya tetap akan maju terus. Setidaknya langkah saya ini bisa menginspirasi artis-artis muda Timor Leste yang lain,” tutur Abio mantap.

Lika-Liku Hidup: Ada yang Beneran Tulus, Ada Juga yang Baik Tapi Nggak Tulus

Kisah Inspiratif Abio Salsinha, Petani Desa yang Berhasil Jadi Penyanyi (2)

Bukan setahun-dua tahun Abio Salsinha berkecimpung di industri hiburan. Ia telah malang-melintang di dunia entertainment selama 20 tahun lebih. Buat orang yang masih awam dengan peta industri showbiz, ia pasti pernah mengalami hal-hal yang sangat menyakitkan. Salah satunya ditipu orang yang selama ini dekat dengan dirinya.

“Aku bersyukur kepada Tuhan, bisa punya nama baik di dunia hiburan seperti sekarang. Meski awalnya sangat berliku, suatu hari pasti ada jalan yang terbaik. Meski berat, apapun yang terjadi, aku nggak akan meninggalkan dunia entertainment. Kalau kita galau terus setelah ditipu orang, saya nggak akan bisa maju terus,” curhatnya.

Lalu bagaimana Abio menyikapi kalau ada orang yang selama ini baik justru malah menikungnya dari belakang?

“Saya biasa aja, dia tetap jadi sahabat saya. Mungkin dari pengalaman bersama dia, saya bisa kenal orang baik jauh lebih banyak. Saya nggak mau cemberut atau bete. Kalau ketemu orang-orang tipe begitu, saya akan terus bertegur sapa. Meski rasanya sedih, tapi semua itu saya anggap sebagai motivasi untuk terus melangkah,” terang Abio.

Sebagai penyanyi senior Timor Leste, ia terus memberi motivasi ke generasi muda untuk terus mendulang prestasi.

Kisah Inspiratif Abio Salsinha, Petani Desa yang Berhasil Jadi Penyanyi (2)

“Buat seluruh pemuda Timor Leste, talenta hebat itu jangan disembunyikan. Jangan cuma nyanyi di dapur atau di kamar mandi saja. Petani desa seperti saya aja bisa. Tunjukkan kalau kamu punya suara bagus. Siapa tahu kamu bisa terangkat dan bahkan mampu mengharumkan nama negara di mata dunia,” pesan musisi yang siap memaparkan lebih detail seputar kisah seru dan menyenangkan di dalam 4 bab dan 190 halaman lebih buku Kamera Cinta.

edofumikooo

 

Kumpulan Lagu Religi Terbaik yang Membuat Semangat Selama Ramadan

Kamarmusik.net, JAKARTA – Mau tahu cara cihuy mengisi bulan Ramadan yang berkesan? Jalani ibadah Puasa dengan rajin membaca Al-Qur’an, mampu menahan diri dari berbagai jenis godaan, dan mengisi waktu luang sambil mendengarkan sekaligus menyanyikan kumpulan lagu religi. Kamar Musik punya rekomendasi sip nih, miliki segera Album DVD Karaoke Hits Religi Terbaik. Ada 11 track yahud yang bakal bikin hati kamu tambah adem lho.

Ada band Ungu dengan “Bila Tiba” dan “Dia Maha Sempurna”, berikutnya ada Gamma1 dengan “Pahami Ramadhan” dan “Assalamu’alaikum”, lalu ada D’Bagindas dengan “Ampuni Dosaku” dan “Marhaban Ya Ramadhan”, selanjutnya ada ST 12 dengan “KebesaranMu”, dan Setia Band dengan “Sholat”. Grup vokal Hijab Noura dengan “Andai Ku Tahu” dan “Hanya Sementara”, terakhir adalah Lesti dengan “Buka Mata Hati”.

Khusus 2 track yang disebut terakhir, masih fresh lho. Bagi Lesti, “Buka Mata Hati” ini single religi pertamanya. Bagi Noura, “Hanya Sementara” ini karya pertama dengan personel barunya, Dea Hanara. Kumpulan lagu religi terbaik ini bisa meluncur berkat kolaborasi ciamik antara Trinity Optima Production, Alfamidi, dan Sinergi Karya Optima.

Label rekaman ini mulai konsisten merilis album religi sejak kehadiran grup band Ungu.

“Kami mengawalinya lewat lagu-lagu religi Ungu yang Alhamdulillah booming. Tahun ini kami kembali merilis album kompilasi religi spesial karena dikemas dalam DVD Karaoke. Ada 2 lagu baru yang rilis dan 9 lainnya kumpulan lagu religi terbaik dari artis-artis kami,” terang Rizki Utami, Marketing Director Trinity Optima Production.

Kejutan Dari Lesti dan Noura Dalam Album Kumpulan Lagu Religi Terbaik Ini

Kumpulan Lagu Religi Terbaik yang Membuat Semangat Selama Ramadan

Lalu bagaimana cara efektif dalam menjual dan mendistribusikan album Hits Religi Terbaik ini?

“Ini merupakan tahun ketiga kami bersinergi dalam pendistribusian album religi. Album ini bisa didapatkan di 1350 gerai Alfamidi dan Lawson di seluruh Indonesia. Semoga album ini bisa memenuhi kebutuhan konsumen kami dalam menyambut Ramadhan tahun ini,” papar Rini Hestrinalia, General Manager Marketing PT Midi Utama Indonesia.

Bukan hanya semata pendistribusian album, tapi akan ada kejutan lain berupa meet & greet. Ini yang menjadi peran kunci PT Sinergi Karya Optima (SKO), perusahaan yang didirikan tahun 2014 ini menjadi distributor resmi untuk seluruh album rekaman yang dijual melalui gerai waralaba Alfamidi dan Lawson.

“Ada sesi artis melakukan visit store. Mereka menyanyi, bertemu langsung, menandatangani album serta berfoto dengan penggemar. Kehadiran Lesti, Noura, dan penyanyi lain ke store kami, menjadi magnet untuk mengakomodir para konsumen yang ingin membeli DVD original,” beritahu Pradana Sugarda, Director PT Sinergi Karya Optima.

Menarik ditunggu melihat tingginya antusiasme fans fanatik Lesti. Hanya di album ini, sang juara Dangdut Academy (D Academy) musim pertama ini menyanyikan lagu religi karya Faisal “Echal” Fahmi tanpa cengkok dangdut.

Yang nggak kalah bikin kepo tentu saja menantikan penampilan fresh grup vokal hijab pop Noura dengan formasi terbaru mereka, saat menyanyikan lagu “Hanya Sementara” ciptaan Mhala Numata dan Tantra Numata.

Cita Citata Rekaman di New York dan Deretan Video Musik Fenomenalnya

Kamarmusik.net, JAKARTA – Berita ini sama sekali nggak ada sangkut pautnya dengan penolakan Cita Citata terhadap segala bentuk endorse yah. Berita ini meluncur karena Kamar Musik ingin mengapresiasi prestasi Cita Citata yang berhasil membawa musik dangdut menjelajah sampai ke New York, Amerika Serikat. Terobosan cihuy ini bisa jadi tamparan keras buat mereka yang selama ini memandang musik dangdut dengan sebelah mata.

Belum lama ini Cita Citata mengenalkan single anyarnya “NYCita”. Sesuai judulnya, lagu ini direkam langsung di Kota New York. Cewek kelahiran Bandung 14 Agustus 1994 itu menyanyikan lagu dangdut dengan sentuhan musik RnB.

“Ini adalah salah satu proyek terbesar dan pengalaman baru yang memang Cita tunggu-tunggu,” jelasnya.

Video musiknya udah bisa ditonton di YouTube lho. Sejak diposting tanggal 18 April 2017, video musik “NYCita” udah disaksikan lebih dari 222 ribu viewers. Ada hal unik saat Cita Citata merilis “NYCita” di Jakarta, sebulan lalu.

“Konsepnya sangat luar biasa, Saya diajak keliling dengan konvoi bersama para bikers dan Grab. Seru, karena saya naik motor gandeng. Ini pertama kalinya saya didukung Yonder Musik, XL, dan Grab,” lontarnya sumringah.

Cita Citata Rekaman di New York dan Deretan Video Musik Fenomenalnya

 

Lagu “NYCita” lebih nyeritain tentang keindahan New York sebagai kota besar di dunia yang nggak pernah tidur.

”Saat mulai kerja sama, saya sempat bertanya kenapa musiknya nggak dangdut? Yonder dan XL melihat corak suara saya tidak terlalu bernuansa dangdut dan masih bisa bernyanyi lagu pop. Lagu ‘NYCita’ ini genrenya cenderung R&B. Sedangkan R&B dan dangdut itu beat-nya agak mirip,” beber Cita yang mengawali kariernya sebagai penyanyi jazz.

Penyanyi yang memiliki 6 juta lebih followers Instagram ini sampai saat ini pun masih terkejut dan nggak percaya. Apalagi ia masih terbilang sebagai penyanyi dangdut baru di Indonesia.

“Tapi Alhamdulillah bisa mendapat kesempatan rekaman di New York. Rezeki nggak boleh ditolak. Sampai saat ini, saya masih cinta dangdut kok. Saya nggak mau langsung mengubah genre, ini sebagai penyegaran aja,” sahutnya.

Selain mengeluarkan single “NYCita”, pemilik album Story of My Life (2016) itu bakal menyanyikan lagu bernuansa latin berjudul “Rude Boy” milik penyanyi asal Barbados, Rihanna.

“Yang buat director terbaik dari Latin dan mudah-mudahan coming soon,” beritahu pesinetron dan bintang iklan ini.

Melongok Statistik Video Musik Cita Citata di YouTube yang Selalu Banjir Viewers

Cita Citata Rekaman di New York dan Deretan Video Musik Fenomenalnya

Bukan tanpa alasan mengapa Cita Citata dipercaya rekaman sampai ke New York segala. Pihak sponsor pasti telah melakukan riset mendalam dan matang tentang penyanyi dangdut bertubuh mungil ini. Salah satu parameternya adalah deretan video musik Cita Citata di YouTube yang selalu ramai dikerubungi sampai puluhan juta viewers.

Setahun lalu, Kamar Musik pernah membuat riset seputar dahsyatnya pesona video musik Cita Citata di YouTube.

Posisi pertama masih dikendalikan “Sakitnya Tuh di Sini”. Tahun lalu aja udah ditonton 61 juta viewers, sekarang melonjak ke 76 juta viewers lebih. Posisi kedua dipegang “Goyang Dumang”. Tahun kemaren aja udah ditonton 36 juta viewers, sekarang melambung ke 55 juta viewers lebih. Posisi ketiga ada “Perawan Atau Janda”. Setahun lalu aja udah disaksikan 34 juta viewers, sekarang melejit ke 54 juta viewers lebih. Posisi keempat diisi oleh “Aku Mah Apa Atuh”. Setahun kemaren aja udah dinikmati 30 juta viewers, sekarang melesat ke 41 juta viewers lebih.

Berikutnya ada “Kalimera Athena”. Video musik yang diposting 2 tahun lalu itu berhasil membuat kepo 14 juta viewers lebih. Selanjutnya dihuni oleh “Meriang”. Video musik yang juga diunggah sekitar 2 tahun lalu itu sukses meraup 13 juta viewers lebih. Next, ada “Uwiw Uwiw”. Video musik yang dipublish sekitar 11 bulan lalu itu mampu menyedot perhatian 4,1 juta lebih penonton. Terakhir adalah “Bahagia Itu Sederhana”. Hanya dalam hitungan 3 bulan, video musik ini mampu memuaskan 1,5 juta lebih penonton. Cita Citata emang luar biasa memikat yaaa.

 

edofumikooo

Cerita Zara Leola Tentang Stop Bullying Sampai Jadi Juri dan Host di Teve

Kamarmusik.net, JAKARTA – Booming nya lagu “Move It”, turut melambungkan nama Zara Leola ke jajaran penyanyi cilik top di Indonesia. Video musik yang diposting di YouTube pada 8 Oktober 2016, telah menyedot perhatian lebih dari 1,1 juta penonton. Namun, putri sulung Enda Ungu ini nggak cepat merasa puas dengan kariernya. Baru-baru ini, Zara melepas single kedua bertema stop bullying yang diberi judul “No to Bully”.

Sampai berita ini diturunkan, Senin malam (15/5), video lirik lagu yang dipublish di YouTube tanggal 18 Maret 2017 itu udah dikepoin lebih dari 600 ribu penonton. Belum lagi video dance lagu ciptaan NSG ini telah disaksikan lebih dari 400 ribu viewers. Kalau diakumulasikan, penonton video “Move It” dan “No to Bully” nyaris sejajar. Wow!

Stop Bullying, Please…

https://youtu.be/nxrZ5IwVZEQ

“Pesan lagu ‘No to Bully ini adalah stop bullying. Jangan dong ngebully orang lain, apalagi dia itu temen sendiri. Soalnya aku pernah merasakan nggak enaknya dibully waktu pertama kali masuk sekolah. I really hate it,” curhat Zara Leola dalam sebuah wawancara eksklusif bersama Kamar Musik di bilangan Pondok Indah, Jakarta Selatan.

Setuju nih sama Zara. Demam bullying nggak hanya terjadi di kehidupan nyata, tapi juga mewabah di media sosial.

“Sama seperti ‘Move It’, lagu ‘No to Bully’ juga dibuat oleh om NSG. Idenya sih dari aku. Aku bilang ke Om NSG untuk bikinin aku lagu tentang stop bullying, biar mereka sadar dan nggak terus mengejek orang lain,” sambungnya.

Statistik positif dari kedua lagu di atas, semakin menyemangati Zara untuk terus menyanyikan lagu bagus lainnya.

“Aku bersyukur lagu ‘Move It’ disukai oleh banyak orang di Indonesia, bahkan sampai di luar negeri. Aku sih berharap setiap lagu baru yang aku nyanyikan, hasilnya jauh lebih bagus dari lagu sebelumnya,” timpal gadis imut yang bermimpi bisa berkolaborasi dengan Matt Steffanina, koreografer dan dancer terkenal dari Los Angeles.    

Pertama Kali Menjadi Juri, Apa yang Zara Leola Rasakan?

Cerita Zara Leola Tentang Stop Bullying Sampai Jadi Juri dan Host di Teve

Kakak dari Azahbel Lyrna dan Azahlya Latifa ini pun semakin disibukkan oleh derasnya permintaan manggung yang sifatnya on air maupun off air. Talenta hebat Zara yang lain juga semakin terlihat. Penyuka warna biru, hitam, putih, dan abu-abu ini bahkan didaulat sebagai juri di program Inbox (SCTV). Ceritanya pun nggak kalah seru nih. Selain latihan nyanyi dan dance, Zara terus menjaga staminanya dengan rajin latihan fisik dan istrirahat teratur.

“Selama kurang lebih 1 bulan jadi juri di acara Inbox, it’s really amazing. Aku bisa ikut menilai para dancer yang lomba dan bisa berbagi chemistry ke banyak orang. Seru banget deh karena ini pertama kalinya aku merasakan jadi juri di teve. Seneng sekaligus deg-degan kalau nanti ngomongnya salah,” canda siswi kelas 5 SD ini.

Sebagai artis cilik yang lagi naik daun, Zara merasakan pengalaman banyaknya request foto dari anak dan ibu-ibu.

“Haha, akhirnya aku sampai juga di titik yang ayah rasakan. Ada fans yang nyubit, nyakar, sampai jambak rambut gitu. Untung ada Om Eja dan bapak-bapak sekuriti baik yang melindungiku. Intinya aku senang kok bisa ketemu langsung dan foto bareng fans sampai ke daerah-daerah,” urai penyanyi cilik yang pintar berbahasa Inggris ini.

Yeeaay, Zara Leola Terpilih Jadi Host di Acara Little Big Show

Cerita Zara Leola Tentang Stop Bullying Sampai Jadi Juri dan Host di Teve

Ada lagi kabar paling fresh nih. Pemilik nama lengkap Azahra Leola Wicuda ini dipercaya jadi host di program Little Big Show. Acara program pencarian bakat untuk anak-anak ini pertama ditayangkan hari ini, Senin (15/5). Menurut Eka Wilestari, ibunda Zara, Little Big Show tayang setiap hari mulai hari Senin sampai Kamis, dari pukul 7 sampai pukul 9 pagi. Selama memandu acara ini, Zara Leola didampingi oleh host senior Irfan Hakim dan Indra Bekti.

Program baru di SCTV ini terbagi menjadi 2 kategori. Pertama, Talent Kid Show. Kategori ini berlaku untuk semua jenis bakat mulai dari bernyanyi, menari, sulap, dan sebagainya. Acara ini bebas diikuti oleh anak laki-laki maupun perempuan dengan maksimal umur 11 tahun. Kedua, My Little Princess. Kategori pencarian bakat ini khusus ditujukan untuk anak perempuan dengan usia maksimal 7 tahun. Penasaran banget kan liat Zara Leola menjadi host?

 

edofumikooo

Terbongkar! Rahasia Tersembunyi di Balik Lagu ‘Cerita Tahun Lalu’ Tipe X

Kamarmusik.net, JAKARTA – Wohooo… Tipe X akhirnya resmi mengenalkan lagu anyar mereka yang berjudul “Cerita Tahun Lalu” pada Sabtu (13/5) kemarin di Taman Ade Irma Suryani, Bogor. Ribuan X Friends dan X Angels yang hadir di acara launching tersebut, bernyanyi bersama mengikuti hentakan musik yang dikumandangkan oleh Tresno Riadi (vokal), Micky (bass), Yoss (gitar), Billy (gitar), Anto (trombone), dan Arie Hardjo (drum).

Dari hasil laporan pandangan mata yang disampaikan oleh sang vokalis, seluruh penggemar Tipe X telah menguasai dan hafal luar kepala dengan lirik lagu baru “Cerita Tahun Lalu”.

“Gue seneng banget dengan tiket masuk 25 ribu, penonton yang datang melebihi 3000 orang. Mereka udah hafal lagu baru kami karena emang gue udah infoin lengkap lagunya di medsos. Alhamdulillah lagi, hanya dalam 3 hari, viewers video musik ‘Cerita Tahun Lalu’ udah mencapai 100 ribu lebih,” papar suami dari Dian, vokalis band Orind.

Proses Kreatif di Balik Terciptanya Lagu ‘Cerita Tahun Lalu’ Milik Tipe X

Terbongkar! Rahasia Tersembunyi di Balik Lagu 'Cerita Tahun Lalu' Tipe X

Sekadar kilas balik, unit ska terbesar di Indonesia yang terbentuk tanggal 10 September 1995 ini telah menggelindingkan 7 album studio: Ska Phobia (1999), Mereka Tak Pernah Mengerti (2001), Super Suprise (2003), Discography Hitam Putih (2005), A Journey (2007), Festival Perasaan (2009), dan Seven (2012). Nah… lagu “Cerita Tahun Lalu” ini merupakan salah satu track asyik yang bakal nongol di album ke-8 mereka.

Niwey, kenapa sih judulnya “Cerita Tahun Lalu”? Kenapa nggak cerita 3 tahun lalu atau 5 tahun lalu misalnya?

“Soalnya tema lagu ini berdasarkan kisah real yang diceritain ke gue persis setahun lalu. Makanya judulnya ‘Cerita Tahun Lalu’, keren kan?” ungkap Tresno.

Oalaaah, jadi ini cerita nyata ya. Kalau boleh tahu, cerita dari siapa tuh?

“Ahahaha… rahasia dong,” jawab ayah dari Gwen dan Rufio ini sok rahasia-rahasiaan.

Buat kalian yang pengin tahu lirik lagu “Cerita Tahun Lalu” secara full, nih Kamar Musik suguhin deh.

Dari dulu aku curiga/ Sepertinya kamu mendua/Tapi kau pintar sembunyikan/ Semua.. semua.. semua../

Hingga akhirnya kau terjepit/ Tentukan pilihan yang sulit/ Dan sialnya kau pilih dia/ Dia.. dia.. dia/

Ngga ada cinta takkan mati/ Patah tumbuh hilang berganti/ Meski dihianati ku masih tegak berdiri/ Cintamu pergi ku ngga perduli/ Hariku tak akan pernah sepi/ Karna cinta sejati kan datang senangkan hati//

Lagu Baru Tipe X Dibuat Hanya Dalam Hitungan Jam

Terbongkar! Rahasia Tersembunyi di Balik Lagu 'Cerita Tahun Lalu' Tipe X

Coba deh kamu bedah satu per satu kalimat yang meluncur, dalem banget maknanya lho. Temanya sih bikin baper karena orang yang ia sayangi, malah menduakan cintanya. Hayooo, siapa yang cintanya pernah dikhianati begini?

Urusan menggombal lewat kata-kata dan meracik lirik lagu yang sip, kepiawaian Tresno udah nggak diragukan deh.

Menurut vokalis band yang baru pulang manggung dari Kuala Lumpur Ska Festival 2017 ini, proses penulisan lirik lagu “Cerita Setahun Lalu” hanya memakan waktu setengah hari.

“Lagu ini bikinnya termasuk cepat. Mungkin yang banyak memakan waktu itu menyesuaikan jadwal studio, proses recording sampai mastering,” ceplos vokalis band yang belum lama ini juga merilis buku perjalanan berjudul 1999.

 

edofumikooo