Arsip Tag: punk

Vespunk Gaet Ladiescoot Veronicaa di Video Salam Damai Mari Berkawan

Kamarmusik.net, JAKARTA – Setelah bersuka-cita merayakan hari kemenangan dan mudik bareng keluarga ke kampung halaman, saatnya back to reality. Ayo kembali berkarya dan berkreativitas! Omong-omong.. Kamar Musik mau rekomen album keren dari band Vespunk nih sebagai penambah semangatmu dalam belajar dan bekerja. Judulnya Salam Damai Mari Berkawan. Baca artikelnya lebih enak sambil nyeruput secangkir kopi panas, kuuuy.

Album kedua milik Wawah (vokal), Ledu (gitar), Fahri (drum), Matto (gitar), dan Farre (bass) ini memuat 10 track yang sarat dengan teriakan pesan moral positif. Single pertama “Satu Vespa Sejuta Saudara” yang rilis di penghujung tahun 2016 lalu menuai sukses. Coba deh cari kata kunci “Vespunk” di Google, berita tentang eksistensi band yang terbentuk tanggal 18 Agustus 2013 ini bertebaran di berbagai media nasional dan di segala penjuru media sosial.

Usai Lebaran, fokus band yang lahir dari komunitas vespa ini yaitu menggeber promo single kedua yang berjudul “Salam Damai Mari Berkawan”. Sebuah lagu yang menginspirasi pemilihan judul album mereka. Lagu ini merupakan motto dan slogan Vespunk untuk tetap saling menjaga persatuan dan selalu menghindar dari segala jenis pertikaian.

Bully Sana-Sini dan Hobi Sikut-Sikutan? Resapi Lirik Salam Damai Mari Berkawan

Vespunk Gaet Ladiescoot Veronicaa di Video Salam Damai Mari Berkawan

Lagu ini tercetus dari ide Matto, kemudian liriknya dikemas secara apik dan kolaboratif oleh Wawah dan Ayie The Soeratmans. Kalau liriknya kita bedah satu per satu, pesannya relevan banget lho dengan realita sosial-budaya-politik di negeri ini. Buat apa sesama saudara jotos-jotosan? Ngapain juga sesama tetangga pada berantem? Please deh, mending kita hidup bergandengan tangan dengan cinta damai. Lupakan perbedaan, jangan dikit-dikit baper lah.

Biar lebih nampol, nih Kamar Musik kasih tahu lirik lagunya secara lengkap. Kalau udah hafal, nyanyi bareng aja. Eh iya, ada hot news nih. Aseli masih ngebul banget. Video musik “Salam Damai Mari Berkawan” resmi meluncur di kanal YouTube resmi mereka pada hari Senin (24/7) kemarin. Neciiis bangeet hasilnya nih, tengokin rame-rame lah. Kawanan Vespunk terjun langsung memproduseri video ini lho. Modelnya? Cewek-cewek bening dan super ketjee…   

Biar kamu-kamu bisa hafal luar kepala sama lagunya, nih Kamar Musik persembahkan lirik lagunya secara lengkap.

Rambut kita sama-sama hitam/ Niat kita sama-sama cari makan/ Tapi kok kenapa/ Lo jadi baperan// 

Mari kawan kita bergandengan tangan/ Mari kawan lupakan perbedaan/ Tertawa bersama/ Indah kehidupan//

Mari kawan kita bergandengan tangan/ Mari kawan lupakan perbedaan/ Ayo kawan Vespunk/ Jangan sikut-sikutan/ Salam Damai Mari Berkawan//

Perbedaan itu pasti ada/ Jangan sampai kita bermusuhan/ Tapi kok kenapa/ Lo masih baperan//

Secercah Kisah di Balik Proses Syuting Video Musik Salam Damai Mari Berkawan

Vespunk Gaet Ladiescoot Veronicaa di Video Salam Damai Mari Berkawan

Menurut penuturan Farre, video musik Vespunk teranyar ini terbilang unik bin nyentrik.

“Kalau kemarin (video musik ‘Satu Vespa Sejuta Saudara’, red) modelnya batangan semua haha. Kali ini, jauh lebih adem. Kami melibatkan banyak komunitas Vespa Indonesia, salah satunya yaitu ladiescoot.veronicaa Mereka adalah model utamanya: Nelly, Rona, Amey, Trigel, Shelly, dan Suci,” jelas sang bassist saat ditemui di basecamp Vespunk.

“Sebenarnya masih ada lagi member lain, yang kebetulan saat itu berhalangan. Ada Nadiyah yang lagi solo riding dari Jakarta–Sumbawa–Makasar-Toraja. Ada Nunu dan Riska, ada Mamah dari Bogor dan Vira dari Ciganjur. Saat take video, hadir juga 3 orang perwakilan Komunitas Vespa Depok Bersatu,” sambung sang mantan jurnalis musik ini.

Siapakah ladiescoot.veronicaa? Mereka adalah sekumpulan perempuan pecinta Vespa yang bermarkas di Bogor, Jawa Barat. Ladyscoot.Veronicaa dibentuk oleh Nelly pada tahun 2008. Saat itu, ia masih berusia 17 tahun. Bersama member lainnya, Ladyscoot.Veronicaa sering touring menempuh ratusan kilometer keliling Indonesia dengan vespa.

Farre melanjutkan proses syuting video ini pure disutradarai oleh personel Vespunk. Gambar diambil pada 1 April 2017 dan berlokasi di Studio ALS Rempoa, Jakarta Selatan. Vespunk dibantu oleh Agung Prastyo dan Valent Mohammad Volks sebagai camera operator. Waktu syuting pun nggak lama, mulai jam 11 siang dan kelar jam 6 sore.

Kilas Balik Perjalanan Album Salam Damai Mari Berkawan

Vespunk Gaet Ladiescoot Veronicaa di Video Salam Damai Mari Berkawan

Album kedua ini resmi dirilis secara inter lokal pada 25 November 2016 di sebuah mal di Jakarta Selatan. Launching album Vespunk dijubeli oleh ratusan komunitas vespa di seluruh nusantara. Album ini jelas berbeda karena semua lagunya ditulis dalam Bahasa Indonesia. Jauh sebelum itu, Vespunk awalnya bernama Scooterhood dan album pertama berjudul United Souls yang bermaterikan 11 lagu, semua syairnya ditulis dalam bahasa Inggris.

Album Salam Damai Mari Berkawan ini dikerjakan melalui fase workshop, mengumpulkan materi, rekaman, sampai finishing selama 4 bulan. Sebagai perkenalan, mereka menjagokan lagu “Satu Vespa Sejuta Saudara”. Syuting video musiknya digarap pada tanggal 23 Oktober 2016 dan mengambil lokasi di Taman Tole Iskandar, Depok.

Selain “Satu Vespa Sejuta Saudara” dan “Salam Damai Mari Berkawan”, Wawah dkk memiliki sederet amunisi lagu lain yang teope abiezzz. Salah satunya adalah “Gila”. Lagu yang liriknya ditulis oleh Wawah dan Farre ini sempat mau naik menjadi single kedua. Setelah melalui berbagai diskusi dan pertimbangan, lagu ini rela mengalah untuk menang. FYI, “Gila” itu judul awalnya “Maling-Maling”. Berhubung terlalu ekstrem, judulnya pun diperhalus. Cerita simpel lagu ini tentang kritikan terhadap orang-orang yang petakilan, sok asyik, anti kritik, dan gila hormat. Siapa tuh yaaa?

Menjelang Perayaan Ulang Tahun ke-4

Vespunk Gaet Ladiescoot Veronicaa di Video Salam Damai Mari Berkawan

Tembang seperti “Kalem” juga cukup neciss. Lagu yang dibuat oleh Ledu dan liriknya ditulis oleh Wawah ini nyurhatin soal kegelisahan para pengendara ketika di jalan raya. Mulai soal angkot yang ngetem sembarangan sampai orang yang suka ngotot bin nyolot ketika terjadi senggolan di jalan. “Televisi” adalah satu-satunya lagu dari album lama yang kembali masuk ke album baru, tentunya dengan perubahan lirik menjadi bahasa Indonesia.

Jangan lupa simak lagu “Harapan” (Akustik). Sang vokalis berani menampilkan sisi romantisme dan syahdunya dari seorang pria, tanpa harus menjadi cengeng. So sweet! Intinya di album kedua ini, Vespunk mengeksplorasi lebih jauh genre punk sampai ke sub-sub genre. Mulai dari hard core punk dan emo, retro ala rockabilly, sampai glamornya sound ala-ala era new wave. Buat yang belum punya album mereka, order langsung ajah ke IG mereka, vespunk

Oh iya, bentar lagi, tanggal 18 Agustus, Vespunk bakal bulet berusia 4 tahun. Dari bisik-bisik tetangga nih, mereka mau mengadakan acara syukuran gitu bersama segambreng komunitas vespa lainnya. Seperti apa dan bagaimana konsep acara ultah Vespunk? Nantikan terus update cihuy dari kamarmusikcom ya. Salam Damai Mari Berkawan

edofumikooo

5 Alasan Kamu Harus Kepoin Album Vespunk Salam Damai Mari Berkawan

Kamarmusik.net, JAKARTA – Hari Jumat (25/11), grup band Vespunk siap merilis album ke-2 mereka yang  berjudul Salam Damai Mari Berkawan. Album studio berisi 10 lagu ini resmi diperkenalkan untuk pertama kalinya ke hadapan puluhan media di One Bel Park Mall, Cilandak, Jakarta Selatan. Ratusan vespa dari berbagai klub skuter di Indonesia bakal menyemut di acara peluncuran album dengan single jagoan “Satu Vespa Sejuta Saudara”.

Album Salam Damai Mari Berkawan ini emang wajib banget untuk digebet, bahkan diborong. Materi lagu terbaru hasil kreasi Wawah (vokal), Ledu (gitar), Farre (bass), Matto (gitar), dan Fahri (drum) bakal bikin pangling deh kalau dibandingkan dengan album pertama mereka, United Souls. Langsung nih, Kamar Musik mo ngulitin perbedaannya!

Lirik Lagu yang Lebih Mudah Dipahami

Kalau melongok sejarah, band punk asal Jakarta ini terbentuk tanggal 18 Agustus 2013. Album berjudul United Souls kemudian rilis nggak lama setelah band ini terbentuk. Total berisikan 11 lagu. Seluruh liriknya berbahasa Inggris.

Reformasi besar pun dilakukan. Kalau lirik lagu di album pertama full berbahasa Inggris, di album kedua seluruh lagu mereka berbahasa Indonesia. Hal ini mereka siasati agar lagu Vespunk bisa lebih membumi di negeri tercinta ini.

Berikut daftar lagu yang ada di album Salam Damai Mari Berkawan. 

  1. Satu Vespa Sejuta Saudara
  2. Kalem
  3. Harapan
  4. Televisi
  5. Salam Damai Mari Berkawan
  6. Gila
  7. Vespa Oi Oi
  8. Takut Naik Vespa
  9. Radio Antik
  10. Harapan (Akustik)

“Setiap panggung Vespunk, Alhamdulillah selalu rame. Penonton pun selalu joget ketika melihat kami perform. Cuma mereka hanya sekadar mengangguk-angguk aja, padahal nggak ngerti maksud lirik lagunya. Di album ini, banyak pesan moral dari setiap lagu yang ingin kami sampaikan ke masyarakat. Supaya pesannya sampai ke pendengar, kami sepakat untuk menyanyikan semua lagu dalam bahasa Indonesia,” jelas Wawah, sang frontman band Vespunk.

Hanya satu track dari album lama yang kembali mejeng di album baru, yaitu “Televisi”. Lagu ini pun telah mengalami perubahan lirik dari bahasa Inggris menjadi bahasa Indonesia.

Pergantian Nama dan Personel

Nama awal band ini adalah Scooterhood. Nama tersebut diambil dari sebuah forum komunikasi persaudaraan antar klub skuter yang sejak tahun 2012 udah aktif dalam berbagai kegiatan sosial maupun otomotif. Salah satunya mengubah nama band menjadi Vespunk yang berasal dari kata vespa dan punk. Tujuannya untuk menghindari kerancuan penyebutan antara band dengan forum Scooterhood.

Ledu dan Fahri adalah personel yang terlibat sejak awal band terbentuk. Sementara Wawah masuk menggantikan vokalis yang lama. Berikutnya, Matto yang masuk. Personel paling terakhir yang gabung adalah Farre. Mantan jurnalis di sebuah majalah musik ini awalnya sering membantu band ini manggung sebagai additional player. Farre kemudian resmi menjadi member Vespunk pada tanggal 20 November 2015.

Perombakan Aransemen Musik

Banyak yang bilang, sound album pertama itu Green Day banget. Karakter suara vokalis lama plek ketiplek alias sebelas dua belas mirip. Masuknya Wawah, sukses membongkar kegelisahan pada corak musik. Di album Salam Damai Mari Berkawan, Vespunk mengeksplorasi lebih jauh tentang genre punk hingga ke sub-sub genre-nya. Mulai dari sudut gelap hard core punk dan emo, retro ala rockabilly, sampai glamornya sound ala-ala era new wave.

“Album pertama lebih terdengar Green Day. Untuk itu, di album ini kami berbenah dengan mengusung punk secara luas bahkan sampai ke sub genrenya. Contoh di lagu ‘Gila’ yang cenderung rockabilly. Kayak rock n roll zaman dulu gitu, post punk agak emo. Kami juga mainin musik new wave dan disko di lagu ‘Takut Naik Vespa’,” papar Farre.

Satu Vespa Sejuta Saudara, Lagu Jagoan di Album Anyar Vespunk

Album ini boleh dibilang sangat eksploratif, tapi fokusnya tetap dominan membicarakan soal vespa. Untuk itu dipilihlah “Satu Vespa Sejuta Saudara” yang dinilai paling klop. Lagu ini dinilai paling mewakili perasaan cinta masing-masing personel terhadap skuter Vespa. Liriknya pun memiliki harapan terhadap forum-forum Vespa di seluruh Indonesia, agar terus bersatu dan menaati peraturan lalu-lintas.

“Album pertama nggak ada sama sekali ngomongin Vespa. Di album ini kami kulik abis. Lagu ini mengisahkan bagaimana hebatnya persaudaraan yang bisa terjalin lewat Vespa. Coba deh perhatikan kalau ada vespa yang mogok. Pengendara vespa lain pasti akan berhenti dan memberi pertolongan, meski mereka nggak kenal satu sama lain. Sebuah potret bagaimana dari sebuah vespa, seseorang bisa memiliki sejuta saudara,” urai Wawah.

Video musiknya asyik banget. Vespunk melibatkan talent dari berbagai komunitas vespa. Syuting video musik “Satu Vespa Sejuta Saudara” dilakukan tanggal 23 Oktober kemarin dan mengambil lokasi di Taman Tole Iskandar, Depok.

Sementara itu Salam Damai Mari Berkawan dipilih menjadi judul album karena merupakan motto Vespunk, sekaligus sebuah slogan untuk tetap saling menjaga persatuan dan selalu menghindar dari segala bentuk pertikaian.

Vespunk dan Do It Yourself

Di luar musik, punk sebagai sebuah kebudayaan sangatlah erat dengan etika DIY atau “Do it Yourself”, sebuah slogan yang menolak konsumerisme dan memilih bertahan hidup dengan kemandirian. Vespunk menyambut hangat ide tersebut dan menerapkannya dalam produksi karya-karya mereka.

Beberapa personil Vespunk adalah para profesional yang mendedikasikan hidupnya dalam dunia musik dan sudah sejak lama membangun studio pribadi. Untuk urusan rekaman, mereka nggak perlu lagi menyewa studio yang berbandrol mahal. Demikian pula dengan penjualan merchandise seperti stiker, kaos, keytag, dan CD. Mereka jual dan kelola sendiri dengan mengaktifkan semua infrastruktur sosial media dan website.

Begitu juga dengan pembuatan video klip dan mengatur acara peluncuran album. Semua ditangani oleh personil band sendiri, tentu dengan dibantu oleh kawan-kawan Vespunk yang memiliki solidaritas luar biasa.

(@edofumikooo)

Seringai, Sebuah Album Musik Rock Kontemporer Bertajuk TARING

Kamarmusik.net, JAKARTA –TARING, adalah album ketiga dari band Seringai yang dirilis pada tanggal 11 Juli 2012. Sebuah album yang sudah dinantikan para penikmat musik rock/metal di seluruh Indonesia. Bermula pada bulan April 2012, ada sebuah berita lewat Facebook dan Twitter resmi Seringai yang mengumumkan peluncuran single lagu untuk album baru mereka Tragedi.

Seringai secara terang-terangan mengajak para penikmat musik untuk mendonlot lagu “Tragedi” melalui website mereka dan tentu saja 100% free. Namun single “Tragedi” ini masih belum terlalu matang dalam pengerjaan mixing lagunya. Saya pikir cara yang dilakukan Seringai ini cukup cerdas. Mereka ingin memberikan “makanan pembuka” kepada para Serigala (sebutan untuk fans Seringai) yang telah menanti album ini selama 5 tahun. Seringai ingin mengobati sedikit rasa penasaran dan mengajak fans untuk memberikan apresiasi terhadap lagu baru mereka ini.

Wah baik hati sekali ya mereka. Namun jangan senang dulu, saat itu pas malam harinya saya mencoba untuk membuka link donlotnya, eh ternyata eror. Seringai sendiri telah memberikan konfirmasi bahwa link untuk men donlot lagu itu memang sibuk karena saking ramenya fans yang ingin mendonlot.

Jadilah suatu perbincangan menarik di antara para jurnalis dan penikmat musik di Indoesia. Berbagai pujian maupun kritikan diterima oleh Seringai. Menurut saya, apa yang dilakukan ini juga untuk membuka mata mereka terhadap reaksi dari fans. Dengan cara seperti itulah, Seringai dapat belajar dan mencari tahu kekurangan atau kelebihan yang bisa dijadikan referensi untuk proses finishing album TARING.

Seringai akhirnya melepas album TARING pada tanggal 11 Juli 2012 dengan 2 versi yaitu deluxe edition dan regular edition. Deluxe edition hanya dijual sebanyak 999 keping di 2 Distro yang berada dalam wilayah Jakarta (@lawless_jkt ) dan Bandung (@omuniuum ). Sedangkan versi regular, bisa memesan lewat email di 2 toko tersebut.

Nah, ada cerita menarik dibalik pemilihan tanggal rilisnya album ini. Entah disengaja atau tidak, pemilihan tanggal 11 Juli ini bertepatan dengan tanggal pemilihan gubernur di salah satu kota tadi. Meskipun tokonya belum dibuka, puluhan fans sudah ramai berkumpul demi mendapatkan CD TARING deluxe edition ini di hari pertama. Toko @lawless_jkt dijadikan “tempat pencoblosan” bagi para Serigala.

Mungkin kalau di luar negeri, sudah jadi hal yang biasa melihat die hard fans rela antri di depan toko demi mendapatkan CD album dari band favorit mereka saat hari pertama. Namun di Indonesia, peristiwa tersebut sudah jarang kita temui, apalagi sekarang dengan maraknya donlot dan pembajakan. Semakin sedikit orang yang membeli CD dari musisi Indonesia. Seringai berusaha meyakinkan fans bahwa mereka “layak” untuk membeli CD album ini.

Seraya ingin menyampaikan pesan kepada die hard fans bahwa : “……………..kami tidak akan mengecewakan kalian dengan album yang dibuat asal asalan. Kami ingin membuat kalian merasa spesial saat mendengarkan album ini……………………….” Album TARING versi deluxe ludes 999 keping dalam 2 hari! Sebuah prestasi bagi Seringai.

Album TARING dibuka dengan lagu instrumental “Canis Dirus”. Judul yang aneh. Namun setelah dicari tahu, artinya adalah semacam jenis serigala yang mengerikan. Lagu ini diawali petikan gitar akustik kemudian disusul dengan elektrik dengan nada dan komposisi yang enak didengar. Walau rada slow, suasana yang dihadirkan cukup ‘gelap’,  seakan memberi peringatan awal kepada pendengar bahwa sisa lagu di album ini terasa ‘mengerikan dan berbahaya’.

Dilarang di Bandung

Dibuka dengan drum solo Edy Khemod, lagu pertama album TARING ini bertempo layaknya musik hardcore punk. Formula yang digunakan nggak jauh berbeda seperti 2 album sebelumnya. Lagu pembuka yang ingin berteriak kepada dunia bahwa “…..Seringai telah kembali, dan kami tidak merubah apapun. Mari kita bersenang senang……… ”.

Lagu ini menceritakan tentang pemberontakan kepada pihak pihak yang membenci Seringai dan komunitas penikmat musik metal di Bandung. Mereka nggak mau begitu saja tertindas. Lawan terus! Energi pemberontakan yang sangat terasa di lagu ini. Sangat cocok sebagai lagu pembuka, cepat dan agresif!

Taring

Judul lagu yang sama dengan judul album ini seperti lagu ‘penyemangat’ untuk para serigala. Seringai mengajak Serigala agar mau berusaha walaupun ada banyak ujian dalam meraih mimpi. Sebenarnya mereka ingin membangun musik yang bisa dinyanyikan bersama-sama dengan penggemar saat berada di atas panggung. Namun lirik yang ditulis menurut saya kurang pas kalau dibikin karaoke massal. Kurang menyatu dengan musiknya. “Taring” berisi lirik yang cukup positif.”…mari menghajar dunia…” . Mungkin pesan moralnya begitu. Lets rock and kick some ass 🙂

Fett Sang Pemburu

Lagu eksperimen dari Seringai ini terinspirasi dari cerita fiksi di film Star Wars. Jujur saja saya nggak mudeng sama liriknya, karena nggak pernah sama sekali nonton film itu. It’s fine for me. they do whatever they want. Rasanya seperti album dari Mastodon “Crack the Sky”, it opened my ears to the progressive side of Metal. Seringai bisa juga ya bikin lagu yang model begini dengan gitar solo Ricky Siahaan yang indah di menit ke-2.

Tragedi

Seperti yang sudah dijelaskan di atas, awalnya lagu ini diperkenalkan ke publik melalui free download di website Seringai. Menurut berita, hari pertama saja udah 23.000 kali didonlot. Hingga hari ini angkanya menyentuh lebih dari 200.000 kali dan terus bertambah. Sebuah angka yang cukup fantastis. Dapat disimpulkan bahwa ‘secara umum’ banyak yang suka dan ingin mendonlotnya. Lewat “Tragedi”, Seringai berhasil merangkul para penggemar baru yang lebih muda dan penggemar yang belum pernah sekalipun mendengar musik Seringai.

Lagu ini bercerita mengenai kisah Arian 13, serta berisi kritik terhadap masalah moral di negeri ini. Memang cukup propokatibbb. Sebelumnya, lagu ini sudah sering dibawakan Seringai saat manggung. Awalnya memang belum ada judul lagunya . Namun saat proses rekaman, lagu ini di aransemen ulang lirik dan musiknya sehingga menjadi lebih berkelas. Terdapat bass solo dan gitar solo yang sangat nendang di lagu ini.

“……….salahkan yang diluar kendalimu. logika mati. mudah amarah………..” coba kamu temukan ada nggak band di Indonesia yang bikin lirik powerful kaya begini. Cuma SERINGAI yang cukup berani membuat lirik seperti itu. Mengejutkan juga, ada sedikit unsur Kvelertak di lagu ini. Menurut saya “Tragedi” is a perfect metal song.

Serenada Membekukan Api

Lirik lagu yang cukup propokatibb kembali ditulis oleh Arian 13. Lagu ini menyampaikan kritik sosial dan politik atas kebijakan pihak pihak tertentu yang merasa paling benar. Sangat terasa sekali nuansa stoner metal nya. Salah satu kalimat di dalam liriknya dituliskan begini “…..menabukan malam, membekukan api, sia sia………..” Seringai berani menuliskan kritikan kedalam penulisan lirik yang cukup puitis. Mereka menyampaikan aspirasi dengan cerdas.

Discotheque

Merupakan lagu cover dari Duo Kribo di era 70-an. Versi original dari lagu ini memang cukup kental nuansa progressive rock dan sedikit arabian. Namun kali ini coba dibongkar dengan aransemen khas musik stoner metal. Walaupun awalnya cukup aneh, namun tetap tidak kehilangan ciri khas dari musik Seringai. Really catchy.

Program Party Seringai

This one is my favorite song on the album. Paling berasa heavy metalnya. Saat diputer dengan volume maksimal, rasanya Seringai main band LIVE secara brutal di depan kamar saya. ”adrenalinku semakin terpacu”, nikmat banget buat headbang dan moshing

Lagu Lama

Pertama denger, Seringai kayak mau nunjukin sisi thrash metal mereka! Lagu paling berasa amarahnya melalui teriakan kencang Arian 13. Yeahh dude, i felt yer anger. Mereka luapkan emosi dengan jujur. Terdapat penulisan lirik yang cukup kotor, untung nggak kena sensor yah. Tempo lagu ini super cepat! Pokoknya gas puollllllllll……..!!

Lissoi

Seringai membuat cover untuk lagu daerah. Hah, yang bener??? Mereka kan band metal??? Emang bisa??? Jawabannya, siapapun nggak ada yang menyangka! Setelah pendengar dihantam dengan teriakan kasar di lagu sebelumnya, kali ini Seringai mengajak untuk lebih sedikit calm down . Pertama denger awalnya saya cukup jengkel dan nggak ngerti apa maksud mereka. Ngapain sih pake acara bikin lagu daerah???

Benar saja, saya nggak mengerti lirik lagu ini karena memakai bahasa Batak. Tapi setelah beberapa kali di dengar, wah asik juga. Lagunya easy listening and fun. Enak buat lagu karaoke bersama teman-teman saat nongkrong. Siapa bilang metalhead bisanya cuma membenci dan mencaci-maki? Siapa bilang metalhead nggak cinta tanah air? Lewat lagu ini, Seringai mencoba menyampaikan pesan bahwa mereka respect kepada seni daerah di Indonesia. Salut!

Infiltrasi

Durasinya terlalu cepat, alangkah lebih bagus kalo dipanjangin sedikit. Lagu yang komposisinya seperti album-album sebelumnya. Tidak ada yang spesial. Berasa banget suara bass solo dari Sammy Bramantyo. Motorhead style!

Gaza

Ini lagu instrumental pertama yang pernah dibuat Seringai. Pertama kali mendengarnya, timbul pertanyaan, “Ada juga ya BAND INDONESIA yang bisa bikin lagu seperti ini????”. “Gaza” terdengar ajaib, cerdas dan gilaaa! Seringai itu sekumpulan wong edan! Heavy metal dicampur terompet dan trombon itu ide sangat nggak masuk akal! Tapi Seringai berhasil meramunya jadi sebuah komposisi lagu yang harmonis. Apalagi denger pake earphone, akan lebih berasa kedaleman soundnya. Nggak membosankan walau diputer berulang ulang, 6 menit terasa sangat ringan.

Lagu ini dibagi kedalam 3 bagian. Dan mulai bagian ke dua, emosi kamu akan akan digiring dan dicabik-cabik layaknya suasana perang di Gaza. Suara double pedal drum Edy Khemod terdengar super powerful. Heavy and beauty at the same time. Lagu terbaik di album ini! Gaza is one of the coolest things i’ve ever heard from Indonesian Band , seriously dude!!!!

Saya pernah menulis pesan singkat kepada Seringai ” ……lagu GAZA ini bisa membuat Seringai menjadi salah satu band legend di Indonesia……..”

Secara keseluruhan, TARING merupakan album metal yang tetep heavy, namun dibawa ke level yang jauh lebih tinggi untuk ukuran band dari Indonesia. Menampilkan beberapa eksperimen yang cukup berhasil. Heavy Metal, thrash, acoustic, hardcore, punk, progressive, classic rock, hingga Kvelertak style! Mereka campur semua dalam album ini, they want it all in one album. Namun tetap terdengar ciri khas musik Seringai.

Walaupun Seringai enggan dibilang dewasa, tapi saya harus bilang secara musik mereka lebih dewasa. Tanpa mengurangi respect pada 2 album sebelumnya: High Octane Rock dan Serigala Militia, kali ini saya harus mengatakan TARING adalah album terbaik dari Seringai.

it’s a metal masterpiece.

Teks : Kurniawan Ardianto

Editor : Doddy Irawan

Vespunk: Boleh Kere dan Terbatas, Tapi Jangan Pasrah dan Malas!

Kamarmusik.net, JAKARTA – Vespunk, uhmmm… unik juga namanya. Awalnya adalah sebuah komunitas penyuka vespa bernama Scooterhood yang berdiri tahun 2013. Lambat laun, seiring berkembangnya komunitas ini, ocehannya nggak lagi berkutat di seputar Vespa. Urusan musik pun, akhirnya dihajar juga. Vespunk, sebuah band yang menyuarakan kegelisahan hati para personelnya melalui musik punk, lahir di tengah-tengah Scooterhood.

Satu album udah dirilis secara mandiri oleh band yang digawangi oleh Wawah (vokal), Ledu dan Matto (gitar), Fahri (drum), dan Farre (bass). Namun karena infrastruktur terbatas a la band-band indie, karya mereka hanya bisa dijual saat kebetulan sedang manggung atau ketika sedang eksis di acara komunitas vespa.

“Kami sih, realistis aja lah. Bikin yang bisa kami bikin. Rekam pas rezekinya ada. Jual pas emang momennya cocok buat jualan. Udah bisa berkarya, plus masih ada orang yang mau beli album kami, itu udah pencapaian yang luar biasa buat gue pribadi,” ujar Ledu sambil menyeruput kopi dingin sisa kemarin malam.

Selain berkarya, upaya promosi untuk menggenjot eksistensi adalah keniscayaan.

“Kami selalu update kegiatan Vespunk di sosial media. Misal, waktu kami bikin video musik ‘Love More’. Siapa pun yang nge-share, akan kami kasih stiker. Ada gimmick juga, dong. Masa udah punya album, nggak ada usaha promosi sama sekali. Kere dan terbatas sih, boleh. Tapi jangan pasrah dan malas! Ya, gimana pun, upaya-upaya sederhana itu adalah hal realistis yang bisa kami lakukan dengan bujet dan infrastruktur yang seadanya itu,” jelas Wawah.

Ketika ditanya soal rencana ke depan, anggota Vespunk yang datang paling belakangan, Farre, menjawab,

“Saat ini yang bisa kami lakukan adalah melangkah kecil, tapi kontinyu. Kami coba manage hal-hal kecil ini. Nyokap gue pernah nasehatin, Lo gimana mau jadi gede, kalo ngurus hal kecil aja kagak becus. Jadi, ya, langkah-langkah kecil kayak yang diceritain Wah tadi yang coba kami urus. Kalo bisa jadi band dengan pengaruh besar, ya, bagus. Tapi kalo pun akhirnya cuma jadi band dengan pengaruh kecil, ya, itu nggak jelek. Hahaha.”

Video-video Vespunk bisa dicari di kanal Vespunk Scoots dan Scooterhood Forum

Vespunk: Boleh Kere dan Terbatas, Tapi Jangan Pasrah dan Malas!

Isinya cukup banyak, meski video-video tersebut digarap dengan treatment sederhana.

“Itu kami bikin sendiri. Syuting-syuting sendiri dan edit-edit sendiri. Tapi seiring berjalannya waktu, banyak juga sih anak-anak multimedia yang mau bantuin kami,” tegas Matto yang di setiap pengerjaan video paling sering kebagian jatah pegang kamera dan bahkan menyunting.

“Jadi intinya, bergerak,” celetuk Fahri sang penabuh drum tiba-tiba.

“Sekecil apa pun cita-cita lo, kalo lo diem aja mah, kagak bakal kesampean. Bergerak! Apalagi kalo cita-cita lo gede, ya kudu bergerak makin rajin dan makin dinamis. Jangan ngemis. Jangan minta-minta. Usaha sendiri. Uji sampai sejauh mana kapabilitas mental dan fisik bisa kami geber. Kalo gue sih, karena gue bukan orang berjiwa memble ye, parameter-nya, selama gue masih bernyawa, gue akan berusaha terus. Kalo gue udah mati, ya, baru gue stop.”

Stop dari Vespunk, Bang Fahri? Gokil juga loyalitasnya. Sampai mati???

“Bukan. Bukan itu maksud gue. Gue lagi berusaha keras pengin beli rumah. Tadi barusan curcol aja,” tukas Fahri sambil cengar-cengir.

Oalaaah, Bang. Baiklah kalau begitu. Semoga rumahnya bisa terbeli melalui karier bersama Vespunk. Sukses terus!

Teks : Indaka Zikri

Editor : Doddy Irawan