Arsip Tag: sujiwo tejo

Deadsquad Libatkan Sederet Musisi Hebat di Album Terbaru, Siapa Hayo?

Kamarmusik.net, JAKARTA – Band metal Deadsquad menjanjikan album terbaru mereka tetap akan dirilis tahun 2016. Album ketiga yang berjudul Tyranation mengalami penundaan jadwal rilis yang direncanakan pada awal tahun kemudian mundur menjadi akhir tahun 2016. Salah satu pemicunya adalah padatnya jadwal manggung mereka termasuk show Deadsquad selama 5 hari di Jepang, baru-baru ini.

Cieee, yang baru balik manggung dari Jepang

Deadsquad Libatkan Sederet Musisi Hebat di Album Terbaru, Siapa Hayo?

Yaaa… band yang terbentuk di Jakarta 29 Agustus 2006 ini baru menyelesaikan Deadsquad Tyranation Over Japan 2016 dari tanggal 30 Oktober sampai 3 November 2016 kemarin. Setelah menghentak di Synchronize Fest pada Jumat malam (28/10), keesokan harinya Deadsquad langsung bertolak ke Negeri Sakura. Berikut Kamar Musik rangkum agenda manggung pasukan death metal ini selama di Jepang.

Daniel Mardhany (vokal), Stevie Item (gitar), Arslan Musyfia (bass), Karisk (gitar), dan Andyan Gorust (drum) itu mengawalinya di panggung Asakusa Death Fest (30/10) di Tokyo, Flower & Dragon (31/10) di Yokohama, Antiknock (1/11) di Shinjuku, Tokyo, Alive (2/11) di Kashiwa-Shi, Chiba, dan Heaven’s Door (3/11) di Sangenjaya, Tokyo. Di akun Instagram @deadsquad.official, mereka berfoto bersama Scarred, band death metal asal Luxembourg.

Pulang dari Jepang, Deadsquad bakal menyiapkan waktu khusus untuk meluncurkan album Tyranation yang telah rampung seluruh proses produksinya.

“Album udah ready, tinggal nyari tanggal baik. Kami sekalian pengin bikin showcase juga,” beritahu Stevie Item.

Kalau nggak ada perubahan, album anyar Deadsquad bakal memuat 10 lagu.

“CD udah jadi juga dan kami inginnya ya (akhir) tahun ini rilis,” sambung kakak ipar aktor Iko Uwais ini.

Ada Sujiwo Tejo sampai Dewa Budjana di album terbaru Deadsquad

Deadsquad Libatkan Sederet Musisi Hebat di Album Terbaru, Siapa Hayo?

Sepuluh tahun sudah usia perjalanan bermusik Deadsquad. Dua album telah mereka gelindingkan yaitu Horror Vision (2009) dan Profanatik (2014). Semua orang pasti akan mengajukan pertanyaan begini, “Apa sih yang membedakan album baru ini dengan album-album Deadsquad sebelumnya?”.

Band yang telah melejitkan lagu macam “Pasukan Mati”, “Dominasi Belati”, “Merakit Sakit”, “Patriot Moral Prematur” ini jelas bakal bikin penggemarnya bahagia. Dari hasil kasak kusuk Kamar Musik, banyak seniman hebat yang khusus dilibatkan untuk membuat album ini menjadi sempurna.

Sebut saja Dewa Budjana, Andra Ramadhan, Sujiwo Tejo, Stephan Santoso, sampai Adam Koil. Di judul lagu mana aja para pesohor musik Indonesia itu menayangkan skill gokilnya? Tunggu tanggal main rilis album Tyranation yaaa…

(@edofumikooo)

Mencoba Mengerti Fase Molor Panjang Munculnya Album Ke-6 Shaggydog

Kamarmusik.net, JAKARTA – Kalo ada band Indonesia keren yang tetap konsisten, Kamar Musik nggak ragu menyebut nama Shaggydog. Bayangkan, grup band asal Yogyakarta ini udah berkarier dengan mengusung genre musik reggae selama hampir 2 dekade. Penggemar fanatik karya-karya mereka nggak hanya tersebar luas di Indonesia, tapi juga mewabah sampai ke benua Amerika dan Eropa. Urusan go international? Jangan ditanya lah ya.

Shaggydog udah puluhan kali menjelajah panggung-panggung besar di Eropa. Terakhir, mereka menghentak di festival musik internasional South by South West (SXSW) di Austin, Texas, Amerika Serikat, pada pertengahan bulan Maret 2016 lalu. Dalam festival tersebut, Shaggydog perform sebanyak 2 kali, yaitu tanggal 17 Maret di Flamingo Cantina, dan tanggal 19 Maret di Russian House.

Jejak perjalanan Heru, Richard, Raymond, Bandizt, Lilik, dan Yoyo kemudian direkam lewat sebuah film dokumenter berjudul Shaggydog Goes SXSW 2016. Video berdurasi 20 menitan itu hasil karya Boris, videographer Malaria House. Video itu mengcapture perjalanan di balik panggung, mulai dari keberangkatan sampai aksi membagikan flyer jadwal gig di jalanan. Shaggydog juga bertemu langsung dengan praktisi musik dan film kelas dunia. Mereka sempat bertukar pikiran dengan Baauer, produser lagu Harlem Shake dan bertemu tim produksi film City of God.

Untuk bisa tampil sebagai band undangan dalam festival sekaliber SXSW itu nggak gampil lho. Shaggydog terpilih dari 8000-an demo lagu yang masuk ke pihak penyelenggara festival. Ketika mengirimkan demo, mereka sekaligus menjelaskan ragam aktivitas sosial yang dilakukan. Di antaranya kampanye perlindungan satwa dan gelar duta orangutan yang pernah mereka sandang.

Cihuynya lagi niy, Shaggydog memanfaatkan momen luar biasa tersebut untuk membuat video musik berjudul “Rock Da Mic”, sebuah lagu yang bakal mejeng di album ke-6 mereka nanti. Lagu berbahasa Inggris yang diracik selama 1 bulan itu rampung pada penghujung tahun 2015 lalu. Selidik punya selidik, ternyata “Rock Da Mic” merupakan lagu yang paling sering dibawakan ketika proses rekaman album baru.

Muncul Pertanyaan Klasik, Kapan Keluarnya Album Anyar Shaggydog?

Coba deh direnungkan, mereka udah 7 tahun lho nggak melempar album baru. Yuk kita kilas balik. Mulai dari album Shaggydog (1999), Bersama (2001), Hot Dogz (2003), Kembali Berdansa (2006), dan terakhir Bersinar (2009). Sebuah ketidakwajaran kalau melihat siklus band ini dalam merilis album penuh. Biasanya dalam 2 atau 3 tahun, Shaggydog punya album baru. Ini, udah 7 tahun!

Tapi tenang, kawan! Mereka begitu bukan karena mandeg dalam berkarya, melainkan callingan panggung offair Shaggydog yang terus mengucur kayak air mancur. Hembusan album ke-6 bakal meluncur terdeteksi dari timeline Twitter mereka. Heru cs udah melakukan sesi foto untuk sampul album anyar mereka. Kangen juga kan menyimak gelondongan karya ciamik dari band pelantun hits “Kembali Berdansa”, “Hey Cantik”, “Jalan Jalan”, “Berteman Angin”, “Lagu Rindu”, “Cobalah Mengerti” “Lagu Reggae”, “Honey”, “Date”, dan “Special Buat Kamu”.

Dari hasil kasak-kusuk, banyak tema baru yang mereka angkat di album baru. Salah satunya, tema sosial soal pemilihan presiden. Band yang terbentuk tanggal 1 Juni 1997 ini juga bakal menggaet sederet musisi untuk berkolaborasi. Sebut saja Sujiwo Tedjo, Iwa K, dan Tony The Weed yang merupakan pemain harmonika asal Jepang. Biasanya nih yang produksi albumnya molor begini, hasilnya sih dijamin keren permanen…

(@edofumikooo)