Gembok: Mulai Bekerja dari Kru, Additional Player, Sampai Head Manager

Gembok: Mulai Bekerja dari Kru, Additional Player, Sampai Head Manager

Kamarmusik.net, JAKARTA – Panggil saja dia, Gembok. Cowok yang hobi gonta-ganti warna rambut ini adalah orang yang lumayan berpengaruh di belakang layar industri musik Indonesia. Gembok adalah orang yang berjasa dalam “menjual” grup band Drive dan solois Rinni Wulandari untuk kebutuhan panggung off air maupun on air.

Gak cuma musisi, ia membantu “menjual” seorang dokter muda dan cantik bernama Ratih Citra Sari untuk kebutuhan presenting di beberapa acara seminar, talk show, dan program acara di beberapa stasiun televisi swasta.

Muncul pertanyaan, kenapa Kamar Musik tertarik untuk mengulas profil cowok kelahiran 15 Mei 1979 ini? Pengalamannya selama 14 tahun di belakang layar mungkin bisa menularkan inspirasi buat kamu.

Ia merintis karier mulai jadi kru, additional gitar, pemain bass di sebuah band, road manager band, head manager di artist management, stage crew, stage manager, sampai LO artis. Simak Q & A dengan Gembok nyok.

Hai Gembok, cerita dong awal perjalananmu nimbrung di belakang layar musik? 

Seingat gue, tahun 2001 gue jadi kru nya Budi Rahardjo (Drive). Waktu itu Budi masih menjadi gitaris band Lakuna (Warner). Setahun kemudian, Lakuna berganti formasi. Gue melamar jadi additional gitar. Tapi Lakuna cuma kebagian manggung 1 kali di PRJ tahun 2002. Berhubung Lakuna gak ada perkembangan apa-apa, band ini bubar.

Beneran nih kamu pernah menjadi personel sebuah band? 

Iya. Jadi setelah Lakuna bubar, Budi (gitar) dan Eko (bass) membentuk band baru bernama Flow. Saat itu gue tetap jadi additional gitar. Vokalis waktu itu adalah Abun, eks dr. PM. Seiring waktu Eko sibuk, Flow kemudian mencari bassist. Karena yang dicari gak ketemu, eh gue yang dijadikan pemain bass haha. Senang aja, kali ini gue menjadi personel, bukan lagi additional player. Formasi Flow saat itu Abun (vokal), Budi (gitar), Adi (drum), dan Gembok (bass). Tapi karena Flow masih berjuang, sedangkan gue punya kebutuhan hidup, gue mengundurkan diri sebagai bassist Flow. Gak lama kemudian, anak-anak bertemu Dygo (Drive).

Kenapa kamu galau dan mengundurkan diri sih?

Berkaitan kebutuhan dapur sih. Gue resign tahun 2004 dan gue nyoba kerja kantoran di supplier POLRI. Tahun itu juga, gue mengenalkan Robert ke anak-anak untuk membantu cari job panggung. Robert adalah temen sahabat gue. Oiaaa.. sebelum gue cabut, Abun lebih dahulu resign dan diganti sama Avant. Vokalis baru ini seorang penyanyi kafe. Tahun 2005, dia dapat long trip di batam selama 3 bulan. Avant pun mengundurkan diri. Flow kembali nyari vokalis. Ketemu lah dengan Aji, sekarang populer disebut Anji.

Betah gitu jadi orang kantoran?

Haha, ternyata membosankan. Gue cuma 6 bulan tahan kerja kantoran. Tahun 2005, Flow mulai banyak dapat jobpanggung. Robert membujuk gue kembali gabung membantu Flow. Gue mengiyakan. Berhubung Flow banyak job panggungnya, cukuplah buat gue makan sehari-hari. Buat nambah-nambah supaya bisa makan daging dan ayam, gue melamar jadi instruktur outbound. Untungnya hari-hari kerja di outbound gak bentrok sama jadwal panggung Flow.

Come back nih yeee. Trus.. trus..?

Suatu hari ada ajang pencarian band berbakat merilis sebuah band dengan nama Flow. Terpaksa kami harus ganti nama menjadi Drive. Drive terbentuk tanggal 6 Desember 2006 dan kemudian deal sama label E-Motion. Awal tahun 2007 mulai proses rekaman dan Drive rilis bulan April 2007. Nah selama April 2007 sampai April 2011, gue dipercaya menjadi road manager Drive.

Empat tahun jadi road manager, lama juga ya?  

Pertengahan tahun 2011, gue resign dari Drive kemudian gue ikut Lyla dari bulan Oktober 2011 sampai Desember 2012. Event terakhir gue sama Lyla, event pergantian malam tahun baru 2012 ke 2013. Per tanggal 2 Januari 2013, gue kerja di management artist label 18 Musik. Di sana gue ditunjuk menjadi head manager Super Girlies, Aurelia Devi, Kunci, Primadonna, Gotrie, sampoai Vyna Lee.

Tungguuu… head manager kan lebih banyak anteng di dalam kantor, bukan?

Nah itu dia. Emang dasar passion gue di lapangan, per Juli 2013 gue berhenti dari 18 Musik dan kembali berjuang bersama Drive. Seiring waktu, bulan Mei 2014 gue gabung sama Rinni Management, sebagai road manager juga.

Dapur makin ngebul dong nih ceritanya?

Dapur gue ngebul ketika gue juga rajuin nyari sampingan. Gue pernah jadi road manager Saint Locco, G Pluck, dan Rockstar Conspiracy. Gue juga pernah diajak sama EO, menjadi stage crew acara Depdiknas. Gue pernah ditunjuk jadi LO GIGI di event Telkom. Waktu Telkom ultah, gue didaulat sebagai stage manager. Waktu itu artisnya J-Rocks. Gue juga menjadi manager seorang talent yang gak ada hubungannya dengan musik yaitu dr. Ratih Citra Sari. Saat ini dia menjadi host program Doctors Go Wild di Kompas TV.

Canggih juga loncatan profesimu ya. Ngemeng-ngemeng, nama asli kamu siapa sih?

Nah, ini yang belum banyak orang yang tau. Nama lahir gue, Muhammad Irwansyah. Sebelum menjadi Gembok, gue sering dipanggil Irwan Nazif. Nama Gembok itu kalo gak salah beredar sejak tahun 2008. Dulu gue selalu pakai kaos warna hitam, celana kargo sedengkul, dan sepatu keds. Anak-anak navigator (kru Drive) melihat bentuk gue dari jauh itu kayak gembok. Sejak itu deh, orang selalu manggil gue Gembok haha…

(@edofumikooo)