Arsip Tag: tukang bubur naik haji

Abio Salsinha Merekatkan Hubungan Indonesia – Timor Leste Lewat Musik

Kamarmusik.net, JAKARTA – Selain Raul Lemos (suami Krisdayanti, red), nama orang Timor Leste yang cukup populer di Indonesia adalah Abio Salsinha. Penyanyi sekaligus pencipta lagu ini terbukti mampu merekatkan hubungan diplomatik kedua negara melalui sederet karya musik. Sudah 7 album dihasilkan oleh Abio. Yang menarik, sebagian lagunya menggunakan bahasa Indonesia.

Musisi yang memiliki nama lengkap Abilio Soares Salshinha ini berterus terang bahwa industri musik Indonesia menjadi rujukan penting bagi masyarakat Timor Leste. Sama halnya seperti musisi-musisi Indonesia yang memiliki jutaan penggemar di Malaysia, Singapore, Filipina, dan Brunei Darussalam.

Nggak heran kalau Abio Salsinha sering bertandang ke Jakarta untuk mengenalkan karya-karyanya.

“Ya… karena sebagian fans saya juga ada di Indonesia, terutama di Jakarta,” terang Abio Salsinha saat membuka obrolan seru bersama Kamar Musik di Hotel Mulia Jakarta, belum lama ini.

Abio Salsinha Merekatkan Hubungan Indonesia - Timor Leste Lewat Musik

Dalam waktu dekat ini, Abio berencana meluncurkan album solonya yang ke-8. Selain Timor Leste dan Australia, ia berharap bisa mendistribusikan albumnya di Indonesia.

“Kalau nggak ada hambatan, album saya akan rilis tahun 2017. Akan ada beberapa kejutan, karena beberapa lagu saya tulis dalam bahasa Indonesia. Saya juga pengin mengajak penyanyi Indonesia ada di album saya. Mengapa? Saya suka suasana di Indonesia. Banyak artis dari Timor Leste yang sangat mengidolakan artis Indonesia,” curhat pria kelahiran Liquisa, 4 Februari 1980 ini.

Hampir 20 Tahun, Abio Salsinha Wara-Wiri Sebagai Penyanyi

Abio Salsinha Merekatkan Hubungan Indonesia - Timor Leste Lewat Musik

Selama interview, Abio selalu menjawab pertanyaan Kamar Musik dengan tutur kata nan lembut. Emang begitu seharusnya, penyanyi wajib memiliki sifat humble ke siapapun. Ia melanjutkan cerita bahwa saat memulai karier sebagai musisi, saat itu ia masih menjadi warga negara Indonesia.

“Aku mulai terjun ke industri musik sejak tahun 1997. Waktu itu, masih menjadi bagian provinsi Indonesia. Setelah Timor Leste berpisah pada tahun 1999 (Mendapat kemerdekaan pada 20 Mei tahun 2002, red), saya tetap menyukai musik Indonesia.Untuk itu saya berinisiatif mengembangkan karier musik dengan menyebrang lautan ke negera bapak (Indonesia, red),” beber Abio.

Artinya, perjalanan karier musik Abio Salsinha hampir memasuki 2 dekade. Biar nggak salah tulis, Kamar Musik meminta Abio untuk menuliskan secara langsung seputar diskografinya.

Album pertamanya berjudul Fulan ho Fitun. Ia berduet dengan musisi Timor Leste, Tonny Pereira. Album keduanya yaitu Metan Morena. Kalau diterjemahkan artinya hitam manis. Album ketiganya adalah Keta Loko An yang artinya hidup jangan terlalu menyombongkan diri. Album keempatnya Gloria Haleluia, ada sebuah lagu natal yang ia berduet kembali dengan Tonny Pereira.

Album kelimanya berjudul Tebe Likurai. Album keenam memakai judul bahasa Indonesia, Berterus Terang. Album ketujuhnya ia beri titel CLBK & Maria La Jadi. Dari seluruh album itu, beberapa lagu jadi hits. Di antaranya “CLBK”, “Maria Lajadi”, “Didi”, “Laran Ne’e Tanis”, “Obrigado Doben”, “Tei Sando Lei”, “Keta Loko An”, “Tebe Likurai”, “Komarka”, “Thebe Likurai”, “Tei Sendler”, dan lainnya.

Hidup Tanpa Musik, Ibarat Malam Tanpa Bintang

Abio Salsinha Merekatkan Hubungan Indonesia - Timor Leste Lewat Musik

Untuk merangkul penggemarnya secara lebih luas, Abio pun menggunakan dua bahasa dalam lirik lagu di albumnya: bahasa Tetun dan bahasa Indonesia.

“Musik itu bahasa universal yang bisa mempererat hubungan kedua negara. Tujuan saya ingin mengambil pengalaman selama di Jakarta baik di dunia menyanyi dan seni peran, lalu membagikan ke pemuda-pemudi di Timor Leste,” ungkap General Manager di sebuah perusahaan kontraktor ini.

Abio memilih jalur musik pop untuk meniti kariernya. Sebenarnya, ia juga menyukai semua genre musik termasuk dangdut. Hanya satu yang kurang ia sukai yaitu musik rock.

“Tanpa musik, ibarat malam tanpa bintang. Di Timor Leste, orang-orang yang bekerja pasti hepi ketika mendengar musik. Oh iya, musik orisinal di sana namanya Tebe-Tebe. Kalau musik itu diputar di acara-acara yang ada banyak orang, semua pasti akan berjoget ke kiri dan ke kanan,” beritahu pria yang juga bermain di sinetron Tukang Bubur Naik Haji, Naga Bangor Tea, dan Preman Pensiun.

Abio Salsinha Merekatkan Hubungan Indonesia - Timor Leste Lewat Musik

Dalam waktu dekat, tepatnya tanggal 30 Desember 2016, Abio akan merayakan wisuda setelah menamatkan studinya di Fakultas Teknik, UNPAZ (Universidade Da Paz), kampus tertua sekaligus terbesar di Timor Leste. Setelah tahun baru, Abio bersiap-siap untuk mengenalkan album barunya.