Arsip Tag: Free on Saturday

Ariyo Wahab Bicara Soal Karier Solo dan Menyanyi Sambil Main Instrumen

Kamarmusik.net, JAKARTA – Sebagai musisi, konsistensi Ariyo Wahab tak terbantahkan. Pria kelahiran Jakarta 1 Juli 1974 ini telah menjelajah panggung musik selama 25 tahun. Ariyo menjadi anak band dari zaman 24 Hours, Ungu, SOG, FOS, sampai The Dance Company. Saat ini ia lagi gencar-gencarnya melakukan promosi single “Dance With You” bersama The Dance Company. Namun, ia juga tengah menyiapkan materi kejutan untuk karier solonya.

Ariyo Wahab Gandeng Topan Tofano di Proyek Solo 

“Aku udah rekaman lagu baru, sekarang lagi tahap mastering. Aku kerjasama dengan Topan Tofano. Mengapa, karena lebih balance. Referensi musik masa lalunya bagus dan musik yang updatenya juga oke. Aku kan juga punya referensi musik di masa lalu yang gak bisa ditinggalin,” papar suami dari Milasari Wardhani ini.

Ariyo Wahab memastikan kalau fokusnya saat ini lebih ke The Dance Company. Di sisi lain, ayah dari Kyra – Jaimie – Sabineia ini juga rada galau ketika permintaan untuk panggung solonya terus berdatangan.

“Alhamdulillah, aku juga mulai banyak panggilan solo. Aku sendiri punya lagu, tapi masih belum pas dengan keinginan pribadi. Nah, Topan Tofano punya stok lagu banyak. Dia sempat mengirimi aku 3-4 lagu ciptaannya dan ternyata pas dengan apa yang aku mau. Kalau sudah waktunya rilis, nanti dikabari deh,” janji Ariyo Wahab.

Laris Manis Jadi Bintang Film

Kalau melongok ke belakang, karya solo cowok yang telah membintangi belasan FTV ini sempat membumi. Album solo pertamanya, Dunia Lebih Luas Dari Mimpi (2002). Album tersebut diproduseri oleh Pay dan Bongky. Salah satu lagunya, “Sepenuh Hati” ciptaan Andi Rianto, booming banget dan didaulat sebagai OST film Andai Ia Tahu (2002).

Seiring seirama, karier Ariyo Wahab sebagai aktor film mulai berkibar. Setahun berikutnya, wajah tampannya udah mejeng di film drama musikal Biarkan Bintang Menari. Selain sebagai pemeran utama, ia juga menyanyikan lagu untuk kebutuhan soundtrack film yang disutradarai oleh Indra Yudhistira tersebut.

“Total udah 9 film, Alhamdulillah, aku juga suka sering main teater. Kangen juga sih main film lagi,” ceplos Ariyo.

Selain Biarkan Bintang Menari, berikut adalah beberapa judul film yang telah ia lakoni: Maskot (2006), Lantai 13 (2007), Planet Mars (2008), King (2009), Gading Gading Ganesha (2009), Bahwa Cinta Itu Ada (2010), Negeri 5 Menara (2012), dan I am Hope (2016).

Ditantang Menyanyi Sambil Main Instrumen, Ini Jawaban Ariyo Wahab

Ariyo Wahab Bicara Soal Karier Solo dan Menyanyi Sambil Main Instrumen

Sepanjang 25 tahun kariernya sebagai musisi, boleh jadi Ariyo Wahab adalah vokalis yang belum pernah megang instrumen saat bernyanyi. Saat mendapat pertanyaan ini dari Kamar Musik, ia pun terbahak.

“Haha, iya ya. Mungkin aku belum siap aja joget-joget dan nyanyi di depan sambil mainin instrumen. Satu-satunya instrumen yang bisa aku mainkan, itu juga secara pas-pasan adalah gitar. Itu juga sekadar tahu kunci A sampai G aja, tambah-tambah minor dikit lah haha. Mungkin suatu saat nanti, aku akan memberanikan diri,” canda musisi yang berencana ingin mengembangkan bisnis makanan secara online bersama sang istri tercinta.

@edofumikooo

Tarikan Modern Rock N Roll ala Free On Saturday di Album Gravity

Kamarmusik.net, JAKARTA – Berisi 10 lagu bernunsa rock n roll dengan seluruh lirik berbahasa Inggris, FOS yang merupakan kependekan dari Free on Saturday, kembali bikin gebrakan.

Band beranggotakan Ariyo Wahab (vocal), Coki Sitompul (gitar), Bey (kibor), Rival Himran (bass), Rama Moektio (drum), dan Liek (gitar) memberi judul Gravity di album keduanya ini.

Album dibuka dengan hentakan lagu “Gravity” yang berirama medium. Ariyo Wahab membawa mood yang misterius ke pendengar dengan bernyanyi setengah berbisik. Sebuah opening track yang tenang tapi membius.

Perhatikan potongan lirik yang menarik, but love is stronger than gravity…

Di lagu “Tomorrow”, “Who Wants to Know”, dan “Welcome to My World”, mengajak kuping kita terbuai dengan lantunan rock n roll bernuansa modern khas FOS. Banyak sound unik yang muncul di lagu-lagu ini.

Perpaduan gitar raw namun tertata dari Coki dan Liek, cukup gagah dan seksi. Bass dari Rival dan drum dari Rama, mampu mengajak kita bergoyang. Kibor seakan tau diri menempatkan sound di tengah gemuruh instrumen lain.

Modernisasi Rock n Roll

Apabila didengarkan detil, turut menyumbang modernisasi pada band rock n roll ini. Riff gitar yang mengingatkan kita pada The Rolling Stones, band junjungan FOS, terdengar manis dan akrab di lagu “So Easy”. Menyusul lagu yang nggak kalah menarik kemudian yaitu “Ball and Chain” dan “Gimme Some Good”.

Lagu terakhir memberikan kejutan buat pendengar karena bernuansa santai ala musik di pantai dan hangat oleh sound akustik, dipadukan dengan nyanyian Ariyo yang santai tanpa beban. Aktor film Biarkan Bintang Menari ini menghadirkan choir yang dinyanyikan ketiga putrinya: Kyra, Jaimie, dan Sabine di lagu “Follow The Rainbow”.

Album Gravity di mastering oleh engineer asal Amerika, Steve Corrao di Nashville, USA. Sedangkan artworknya dikerjakan oleh penyanyi Ipang Lazuardi. Tidak berhenti disitu, album ini juga didukung oleh Oleg Sanchabakhtiar, yang dengan Planet Design Indonesia-nya, membuat 10 video musik yang DVD juga disertakan dalam kemasan.

Saya yakin gravitasi album ini bisa menarik anda semua, khususnya yang menggemari music rock n roll berkelas.

(@edofumikooo)