Arsip Tag: Afgan

Utak-Atik Kejeniusan Alam Urbach Menciptakan Lagu, Berapa Jumlahnya?

Kamarmusik.net, JAKARTA – Urusan meracik musik dan menulis lirik lagu, Alam Urbach adalah jaminan mutu. Ratusan lagu telah dibuat oleh adik kandung Nafa Urbach ini. Hampir semua lagu ciptaannya selalu jadi hits. Wajar kalau karya cowok kelahiran Magelang 21 Mei 1982 ini jadi rebutan para penyanyi top negeri ini. Sebut saja Afgan, Rossa, Nindy, Astrid, Judika, Rio Febrian, Isyana Sarasvati, Andien, Anji, Dewi Sandra, dan masih banyak lagi.

Bukan hanya jadi incaran penyanyi papan atas, Alam Urbach juga sosok kunci yang sering dikejar oleh para penyanyi pendatang baru. Lagu “Indah Cintaku” mampu melambungkan duet Nicky Tirta dan Vanessa Angel. Alam kembali melepas single “Cinta Harus Dijaga” dan Jangan Nakal” untuk Nicky Tirta yang gantian duet sama Rini Mentari. Ia pun mengatrol nama Maharani lewat singel “Pengalaman Cintaku” dan Marsheilla lewat “Kamulah Kelemahanku”.

Musisi bernama lengkap Alam Anggara Urbach juga mampu membuat Tiffany Kenanga menjadi nominator kategori Lagu Anak Anak Terbaik di AMI Awards 2013 melalui lagu “Sahabat”. Lagu ciptaannya yang lain yaitu “Kau Adalah” berhasil mengantarkan Isyana Sarasvati menggondol piala Artis Grup/Kolaborasi Soul/R&B/Urban Terbaik di AMI Awards 2016. Berkat lagu yang mejeng di album Explore! itu pula, Isyana menjadi pemenang Album of the Year di Indonesian Choice Awards 2016 dan Best Asian Artist Indonesia di ajang Mnet Asian Music Awards 2016.

Uniknya lagi, satu lagu miliknya yaitu “Cinta Adalah” dibawakan dalam versi berbeda oleh Rio Febrian dan The Overtunes. Menarik memang kisah balik lagu itu. Pertama kali Alam memberikannya untuk Mikha Angelo, The Overtunes. Namun berhubung stok lagu di albumnya udah full, akhirnya lagu itu dirilis lebih dulu oleh Rio Febrian.

Saking banyaknya lagu yang dibuat oleh Alam Urbach, ia sempat kebingungan saat Kamar Musik menanyakan soal kumpulan data mengenai katalog lagunya. Padahal nih, ada baiknya Alam kembali melakukan riset dan menghimpun jumlah lagu miliknya yang telah terpencar ke berbagai penjuru mata angin.

“Hahaha, iya nih. Sampai sekarang aku nggak pernah menghitung ada berapa lagu yang telah aku bikin untuk orang lain. Next deh, aku rapihin lagi katalognya. Hanya sebagian nih yang aku tulis di komputer,” lontar musisi yang pada tanggal 13 Mei 2017 kemarin sukses menggelar Konser Musika Foresta bersama Glenn Fredly, Astrid, Nafa Urbach, Sheryl Sheinafia, Sheila Dara Aisha, Tiffany Kenanga, Melanie Subono, Nina Tamam, dan sederet penyanyi lainnya.

Secuil Catatan Dari Katalog Lagu yang Disimpan Alam Urbach

Utak-Atik Kejeniusan Alam Urbach Menciptakan Lagu, Berapa Jumlahnya

Lagu di urutan pertama yang ada dikatalognya adalah “Kapan Lagi Bilang I Love You” (Dewi Sandra, 2008), “Satu Untuk Selamanya” (Dewi Sandra dan Alam Urbach, 2008), “Cinta Atau Uang” (Cinta Laura Kiehl, 2009), “Indah Cintaku”, (Nicky Tirta dan Vanessa Angel, 2012), “Katakan Tidak” dan “Cinta Tanpa Syarat” (Afgan, 2013), “Memang Harus Pisah” (Rio Febrian, 2014), “Kamu yang Ku Tunggu” (Afgan dan Rossa, 2014).

“Bangkit Lagi” (Judika, 2015), “Kau Adalah” (Isyana Sarasvati, 2015), “Demi Kita” (Astrid, 2015), “Ku Tunggu Kau Putus” (Sheryl Sheinafia feat Ariel NOAH, 2015) dan “Cinta Adalah” The Overtunes, 2016). Lagu “Kamu Yang Ku Tunggu” sukses menjembatani Afgan dan Rossa menang Duo Kumpulan Terbaik di Anugerah Planet Muzik 2015.

Oh iya… ngomong-ngomong soal lagu “Satu Untuk Selamanya”, ada cerita yahud juga lho. Awalnya lagu tersebut ingin diberikan Alam kepada Afgan. Entah mengapa, feeling sang komposer mengatakan lagu ini lebih cocok kalau dibawakan oleh Dewi Sandra. Benar saja. Album berjudul Wanita milik wanita yang kini telah berhijab itu langsung meledak. Lagu duet tersebut menjadi hits dan dipinang sebagai OST film Nada Cinta.

Lagu Spesial Untuk Nafa Urbach

Utak-Atik Kejeniusan Alam Urbach Menciptakan Lagu, Berapa Jumlahnya

Dari hasil penelusuran Kamar Musik, masih banyak dan bahkan teramat banyak lagu miliknya yang wajib kita tahu. Kita coba mention secara random aja deh ya. “Melepasmu Kelemahanku” (Nafa Urbach, 2017), “Pasangan Cinta” (Nadhira, 2017), “Ini Hidupku” Audrey Lestari, 2017), dan “Jalan Terus” Afgan, 2016). Ada juga beberapa ciptaan Alam Urbach yang segera dirilis seperti lagu Dheandra Adelina, Maudy Ayunda, dan Rio Febrian.

Menarik disimak gimana Alam Urbach menunjukkan sayangnya kepada sang kakak dengan menciptakan lagu “Melepaskanmu Kelemahanku”. FYI, ini karya anyar Nafa Urbach setelah vakum rekaman beneran selama 7 tahun. Jauh sebelum itu, ternyata Nafa telah menyanyikan lagu ciptaan Alam yang berjudul “Temukan aku”. Lagu tersebut didapuk menjadi theme song sinetron produksi Multivision Plus yang dibintangi Nafa yaitu Ku Rindu Jiwaku.

Ternyata Judul Lagu Ini Ditulis Alam Urbach Untuk Sang Istri Tercinta

Utak-Atik Kejeniusan Alam Urbach Menciptakan Lagu, Berapa Jumlahnya-KamarMusikCom

Kepiawaian cowok yang pernah jadi gitaris di Denny Chasmala Big Band itu mulai terasah sejak ia masih berseragam sekolah putih abu-abu. Ternyata eh ternyata lagu yang ia tulis pertama adalah “I Still Love You Forever”. Menurut penuturan Alam nih, sampai detik ini lagu tersebut belum pernah dipublikasikan.

Salah satu sumber inspirasi terbesar Alam Urbach dalam menulis lagu adalah sang istri tercinta, Susie Urbach. Wanita yang menjadi pelengkap kebahagiannya sampai sekarang. Salah satu lagu yang ia buat untuk Susie, booming.

“Lagu itu adalah ‘Kamu yang Ku Tunggu’ yang dinyanyikan duet oleh Afgan dan Rossa,” bisiknya. So sweet abiezzz!

Karya Kreatif Alam Urbach Lain yang Cihuy Untuk Ditongkrongin

Utak-Atik Kejeniusan Alam Urbach Menciptakan Lagu, Berapa Jumlahnya-KamarMusikCom

Tuh kan, beneran banyak lho lagu cowok yang pernah menjadi vokalis band Sabila ini. Dari hasil pencarian keyword Alam Urbach di Google, ternyata masih segambreng lagu ciptaan Alam Urbach yang kece beuuudhh. Apa saja?

“Dirimu dan Diriku” (Shanty, 2005), “Ceraikan” (Elora 2010), “Muka Dua” (Prisa, 2012), “Benci Kamu” (Ika Putri, 2015), “Sorry” (Kunci feat Berry Saint Locco, 2015), “Saat Bersamamu” (Sheila Dara Aisha, 2016), “Bintang Kecilku” (Mulan Jameela, 2016), “Ceritaku Ceritamu” (Barry Item, 2016), “Banyak Lelaki” (Nindy Ayunda, 2016), “Cinta dan Pesona” (Rimar, 2016), “Banyak yang Cantik” (S5, 2016), dan buaaanyaaaak lagi dah pokoknya. Teope bin gokil lah.

Apa Iya Sebelum Bikin Lagu, Kita Harus Galau Dulu?

Utak-Atik Kejeniusan Alam Urbach Menciptakan Lagu, Berapa Jumlahnya-KamarMusikCom

Katanya nih, galau itu baik untuk mengucurkan inspirasi yang terpendam. Benarkah begitu?

“Hmmm, kalau aku sih nulis lagu ya nggak harus nunggu galau lah. Aku itu tipikal orang yang jarang galau lho. Makanya kalau mau menulis lagu galau, sebisa mungkin harus membuat kuat hati para pendengarnya,” imbuhnya.

Terus cara mengalirkan ide dalam menghayati sebuah cerita gimana tuh?

“Rata-rata lagu galau yang aku buat nggak jauh dari real story. Akan lebih berasa soalnya kalau itu diambil dari kisah nyata si penulis lagu. Bagaimana caranya? Coba aja mengenang kembali, rasakan di hati, lalu lihatlah kondisi masa kini. Terus harus ditambah momen yang pas untuk dapat mood saat menulis lagu,” urai Alam.

Jadi, kita harus ngapain dan pergi ke mana dulu untuk mencairkan pikiran saat menulis lirik?

“Nah, Itu yang nggak bisa diatur. Mostly, ide itu paling gampang datang ketika aku lagi banyak menyendiri atau tiba-tiba teringat perjalanan hidup yang pernah aku lalui. Entah itu cinta yang indah maupun cinta yang galau. Mereka memenuhi ruang hidup dan membawa kepada sebuah coretan lukisan hidup yang kemudian aku tuangkan dalam syair dan musik,” ungkap Alam Urbach yang berbaik hati membagikan tips sederhana menulis lagu.

edofumiko

Indra Aziz, Mengajar Vokal Sekaligus Juga Belajar Dari Para Murid

Kamarmusik.net, JAKARTA – Indra Azis adalah pengajar vokal yang mempunyai passion di bidangnya, tetapi juga sekaligus performer yang paham akan situasi praktek di lapangan. Berikut interview kami dengan Indra Aziz…

Mas, boleh tahu biodatanya? (tempat tanggal lahir, nama lengkap,dan panggilan)

Mohammad Abdullah Aziz, Jakarta, 03/10/78, Indra Aziz.

Teacher by day, performer by night” menarik nih, Konsepnya gimana ya jelasnya?

Ya… kebetulan saya saat ini menjalani keduanya, yaitu mengajar dan perform. Berhubung saya mengajar di perguruan tinggi musik, maka jadwalnya dari pagi sampai sore hari. Dengan begitu saya masih bisa melakukan performance di malam harinya. Menurut saya itu merupakan nilai plus bagi seorang pengajar musik, karena banyak pelajaran berharga di lapangan yang bisa dibagi dengan para siswa.

What motivates you to be a teacher, sementara anda sendiri adalah performer?

Saya percaya salah satu job desk seorang musisi adalah membagikan ilmunya. Baik dalam situasi mengajar secara formal, klinik, workshop, maupun sekadar menulis di Twitter. Mengajar adalah belajar, sehingga saya mendapat banyak ilmu juga dari para siswa. Saya bermimpi, musisi Indonesia bisa membuat pergerakan di musik dunia, serta apresiasi penikmat musik Indonesia terus meningkat. Lewat pendidikan, saya ingin mewujudkan mimpi tersebut.

Rumus paling mujarab apa yang dipakai dalam mengajar, agar semua orang yang datang minta dilatih (dilihat dari tingkat keberhasilannya)

Lakukan dulu, teori setelahnya, ulang lagi dalam gerakan spiral ke atas. Dalam belajar bermusik, praktek, pengulangan, dan pengalaman adalah kunci sukses. Saya menganjurkan siswa dan siswi untuk membaca teori dan sejarah tentunya untuk referensi dan memperkaya wawasan. Bagi saya praktek dan pengulangan itu nomor satu.

Apa ukuran seorang murid yang satu dikatakan berhasil, sementara murid yang lain dikatakan tidak berhasil?

Murid yang berhasil adalah mereka yang telah menemukan passion dalam bermusiknya. Sebagai pengajar atau pelatih, saya tidak hanya memberi guidance dalam bentuk teknis maupun teori kepada para murid, tetapi juga inspirasi untuk menumbuhkan atau menemukan passion musik tersebut.

Siapa saja artis yang datang berguru ke sana?

Ada cukup banyak, walau beberapa di antaranya hanya dua-tiga kali. Ada Angga Maliq, Andien, Raisa, Titi DJ, Afgan, Rossa, Sophie Navita, Takaeda, Nina Tamam. Saat ini saya menjadi vocal coach untuk Indonesian Idol 7 di RCTI.

Rata-rata, ‘kesalahan’ apa yang sering ditemui dari murid-murid mas Aziz?

Indra Aziz, Mengajar Vokal Sekaligus Juga Belajar Dari Para Murid

Pertama, terlalu fokus pada teknik yang advanced, istilah-istilah rumit, yang kadang melupakan esensi bermusik itu sendiri. Kedua, banyak murid yang tidak sadar bahwa teknik bernyanyinya bisa menimbulkan vocal fatigue.

What is your biggest passion right now other than teaching vocals?

My biggest passion other than teaching music, is to be a good father for my son.

Ada lagi yang ingin disampaikan oleh mas Indra Aziz?

Saat ini semua tentang vokal dan musik, saya salurkan lewat VokalPlus. Anda bisa follow @vokalplus di Twitter dan banyak video kami di YouTube.com/vokalplus.

Terima kasih!

Indra Aziz
Founder & CEO
www.vokalplus.com

(@edofumikooo)