Arsip Tag: setia band

Jeane Phialsa, Cerita Session Player Sampai Album The Moment With You

Kamarmusik.net, JAKARTA – Tampang boleh imut-imut, tapi siapa yang menduga kalau skill permainan drum Jeane Phialsa sungguh maut. Waktu masih duduk di bangku sekolah dasar, Alsa (sapaan akrabnya), telah dianugerahi penghargaan dari Museum Rekor Indonesia (MURI) sebagai Drummer Wanita Profesional Termuda.

Sederet musisi hebat tanah air telah membuktikan kejeniusannya dalam menabuh drum. Baru-baru ini, ia digaet Iwan Fals untuk menjadi session player di ajang musik Java Jazz. Cewek kelahiran 4 Juni 1993 ini juga langganan jadi drummer andalan konduktor sekaliber Erwin Gutawa dan Aminoto Kosin di berbagai show mereka.

“Untuk project-project rekaman yang diproduksi oleh Om Erwin Gutawa, hampir 75 persen aku yang mengisi drumnya,” papar pemilik akun Instagram jeanephialsa

Andil Jeane Phialsa di Album Gita Gutawa dan Afgan

Jeane Phialsa, Cerita Session Player Sampai Album The Moment With You

Ia pula yang dipercaya mengisi semua suara drum di album kedua Gita Gutawa, Harmoni Cinta. Album yang rilis di tahun 2009 itu sukses melejitkan hits macam “Parasit”, “Aku Cinta Dia”, dan lainnya. Alsa juga yang mengisi drum di lagu “Ku Dengannya Kau Dengan Dia” ciptaan Rian d’MASIV di album terbaru Afgan, SIDES.  

Tahun 2008, Alsa direkrut Eza Yayang sebagai additional drummer band D.O.T. Tahun 2010, ia gabung bersama Bojes dan adiknya di Brosis. Dua tahun berselang, giliran Charly van Houten mengajaknya jadi additional drummer Setia Band. Gokilnya lagi, Alsa juga didapuk sebagai Pemain Drum Paling Ngetop di ajang SCTV Music Award 2013.

Tingginya jam terbang, membuat Jeane Phialsa mau melompat lebih tinggi. Tentu saja, ia nggak ingin terus ngikut sama orang lain. Bulan November 2015 lalu, ia melampiaskan hasrat bermusiknya dengan merilis album solo The Moment With You. Album yang mungkin nggak akan terlupa dalam sejarah hidupnya. Ya.. nggak lama setelah album berisi 7 lagu itu rilis, Alsa harus kehilangan Alvin Lubis, musisi yang jadi producer dan arranger di album solonya itu.

Kolaborasi Ciamik Alsa dengan Indro Hardjodikoro Lewat ‘Run Over The Line’

Jeane Phialsa, Cerita Session Player Sampai Album The Moment With You

Album solo bergenre fusion itu memuat 6 lagu ciptaannya dan 1 lagu karya mendiang Alvin Lubis. Keren ya Alsa. Pintar main drum, piawai juga dalam menciptakan lagu. Beberapa musisi kondang pun terjun membantu saat rekaman. Sebut saja Tohpati, Indro Hardjodikoro, Adhitya Pratama, Adenanda Revano, Karty Rosen dan lainnya.

“Iyaaa, aku main drum sekaligus menyiptakan lagu. Hampir semua lagu jadi jagoanku sih. Namun aku pribadi lebih suka lagu ‘Run Over The Line, karena yang mengisi bassnya adalah Mas Indro Hardjodikoro,” lontar Alsa.

Lagu yang dipilih jadi single gacoan ini sekaligus memperkenalkan karakter musik Alsa secara luas ke masyarakat. Komposisi indah instrumental mengalir dalam irama fusion yang harmonis dan romatis. Menurut cewek yang udah main drum sejak usia 8 tahun ini, lagu tersebut menceritakan tentang seseorang yang mengejar sebuah obsesinya yang kadang kala nggak melulu bisa berlari. Suatu saat akan berjalan santai, lambat, bahkan bisa kembali berlari.

Apa Kata Alsa Soal Kecilnya Kehadiran Drummer Cewek?

Jeane Phialsa, Cerita Session Player Sampai Album The Moment With You

Album The Moment With You nggak semuanya instrumental ya. Dalam track “Coba Dengarkan”, Jeane Phialsa berkolaborasi dengan Aiyu (vokalis band Traya) dan Kadek Rihardika (gitaris band Fusion Stuff). Selama 2 tahun terakhir ini Alsa di endorse oleh Kyre Drums, gear drum yang merupakan produk kreatif anak bangsa Indonesia.

Niwey, drum itu identik dengan alat musik cowok. Kalau pun ada drummer cewek, jumlahnya mungkin nggak sampai 20 %. Bagaimana cewek yang belajar ngedrum lewat lagu-lagu Dream Theater itu memandang fenomena ini?

“Ambil positif aja dari situasi seperti ini. Jadi lah drummer yang berbeda dan berkarakter. Secara alat musik ini imejnya melekat ke cowok, otomatis opportunity aku cukup besar dong. Tapi aku nggak lantas bangga kalau dikenal hanya dari sisi look semata. Aku akan merasa bersyukur ketika orang mengenal aku karena tone drum yang aku keluarin,” beritahu cewek yang berencana untuk melanjutkan studi S2 nya ini.

edofumikooo

 

 

Bikin Merinding, Setia Band Ungkap Pengalaman Syuting di Lubang Buaya

Kamarmusik.net, JAKARTA – Gebrakan demi gebrakan terus dilakukan Setia Band untuk memperkaya eksplorasi musiknya. Belum lama ini Charly (vokal) dan Pepeng (gitar) menyanyikan ulang sebuah lagu wajib nasional, “Gugur Bunga”. Lagu bertema perjuangan yang diciptakan Ismail Marzuki ini relevan untuk menghormati para pahlawan kemerdekaan, termasuk pahlawan revolusi yang gugur dalam peristiwa G 30 S PKI pada tahun 1965.

Telah gugur pahlawanku/ Tunai sudah janji bakti/ Gugur satu tumbuh sribu/ Tanah air jaya sakti.

Coba kamuu hayati dalam-dalam penggalan reffrain lagu “Gugur Bunga” ini. Meski nuansa liriknya penuh kesedihan, tapi pesan moralnya sangat kuat. Lagu ini menyuarakan energi dan perjuangan kepada generasi muda untuk selalu cinta tanah air dan nggak melupakan jasa-jasa para pahlawan dalam membela bumi pertiwi ini.

Lalu, apa jadinya kalau “Gugur Bunga” diaransemen dengan ramuan musik khas Setia Band? Biar nggak penasaran, kamu wajib dengerin lagu ini dongss. Apa sih yang membuat Charly dan Pepeng tergerak membawakan lagu ini?

“Lagu ini berawal dari mimpi seorang bapak yang udah lama mencari aku. Ketika ketemu, bapak tersebut menyampaikan bahwa beliau bermimpi didatangi Jendral Ahmad Yani dan menyuruh untuk mencari Charly agar aku bisa menyanyikan kembali lagu ‘Gugur Bunga’ dan lagu-lagu pahlawan lainnya”, terang Charly.

Kira-kira seperti apa kesulitan yang ditemui Setia Band ketika proses aransemen dan merekam lagu “Gugur Bunga”?

“Ada alunan yang mendayu dan harus dibuat lebih ngeband, tanpa menghilangkan pesan kuat lagunya,” urai Charly.

Curhat Merinding Setia Band Saat Syuting di Lubang Buaya

Setia Band Menyanyikan Ulang Lagu Gugur Bunga

Agar lebih all out, Setia Band nggak mau tanggung-tanggung. Demi menyesuaikan tema lagunya, lokasi syuting video musik pun dilakukan di Monumen Pancasila Sakti, Lubang Buaya, Jakarta. Selama jalannya syuting, Charly dan Pepeng merasa ada aura mistis di tempat yang punya nilai sejarah tinggi tersebut.

“Ini pengalaman yang berbeda buat kami bisa syuting dan menyanyikan lagu ‘Gugur Bunga’ di tempat yang memiliki nilai sejarah seperti ini. Rasanya cukup membuat kami merinding, ” timpal Charly.

Keinginan Setia Band mengangkat kembali lagu bertema perjuangan seperti “Gugur Bunga” ini patut diapresiasi.

“Kami emang ingin memopulerkan kembali lagu ini karena pesan moralnya bagus. Harapannya yang pasti, bisa mendapatkan hal-hal terbaik, manfaat yang baik, dan spirit yang baik untuk masyarakat Indonesia. Ini sesuatu yang positif untuk diangkat karena kita harus memiliki spirit kepahlawanan yang tulus untuk negara ini”, tegas Charly.

Semoga dengan meluncurnya kembali lagu “Gugur Bunga” dengan aransemen dan vokal khas Setia Band, anak-anak muda yang mengaku kekinian bisa terdorong semangatnya untuk mencintai lagu-lagu wajib nasional Indonesia.

(@edofumikooo)