Lagi dan Terulang Lagi, Band ST 12 Kembali Harus Kehilangan Vokalis

Lagi dan Terulang Lagi, Band ST 12 Kembali Harus Kehilangan Vokalis

Kamarmusik.net, JAKARTA – Setelah ditinggal oleh Charly van Houten dan Ridho Tuah, giliran Dimas Moersas yang melangkah pergi dari kursi vokalis ST 12. Dari hasil penelusuran, Kamar Musik melihat sebuah keunikan. Entah ini sebuah kebetulan semata, tapi Charly dan Dimas mundur di tanggal yang sama, yaitu pada 9 Oktober.

Mundurnya Dimas Moersas diungkap oleh ST 12 melalui akun resmi Facebook dan Twitter band asal Bandung ini.

“Setelah sekian lama dalam band ST12, Dimas Moersas memilih untuk solo karir. Berdasarkan kontrak Dimas dengan ST12 management, per tanggal 9 Oktober 2016 tidak lagi menjadi vocalis ST12.”

Sebelas dua belas dengan pamitnya Charly kala itu, kabar mundurnya Dimas juga menimbulkan gaduh di kalangan netizen, khususnya para penggemar mereka. Ada yang mengikhlaskan, namun banyak juga yang belum terima.

“ST12 kenapa lagi? Mau ganti vokalis lagi? Udah dong cukup, udh klop loh aa Dimas. Kita sayang ST12. @pepepst12 @moersas @officialst12band,” ceplos pemilik akun Instagram @dhenymeska.

“Ak lebih suka ttp dimas 😥😥😥 tapi ya sudahlah semangat dan sukss terus buat Dimas juga st 12 dengan pormat br ny nanti,” lontar pemilik akun Instagram @putri.reisha.

“Loh lohh kak dimas kenapaa?? @moersas. Pliss laahh jangan berubah lagiii,” protes akun Instagram @annisavht87.

“Mungkin cuman kak charly vokalis sejati st12,” sahut pemilik akun Instagram @lutvanhouten.

Rekam Jejak Vokalis ST 12 Setelah Era Charly van Houten

Lagi dan Terulang Lagi, Band ST 12 Kembali Harus Kehilangan Vokalis
Belum lama ini Pepep terlibat obrolan serius dengan Charly, reunian?

ST 12 dengan vokalis barunya, Ridho Tuah, mengukir seabrek prestasi hebat. Lagu “Putih Putih Melati” yang terdapat di album Lentera Hati mendapat penghargaan 10 lagu berbahasa Malaysia paling popular tahun 2013. RBT lagu “Putih Putih Melati” diganjar penghargaan 12 Platinum se-Asia. Video musik lagu “Putih Putih Melati” di YouTube juga meraih torehan manis, yaitu bisa masuk Vevo karena telah ditonton hampir 14 juta orang.

Kalau Ridho hadir di album Lentera Hati, Dimas mengukir jejak di album Terjemahan Hati. Bersama Pepep dan Indra G, album ke-6 ST 12 itu berhasil edar di 5 negara Asia. Singel pertama yang dipilih adalah “Salam Terakhir”. Lagu itu recycle dari hits yang dipopulerkan penyanyi legenda Malaysia, Allahyarham Sudirman Haji Arshad.

Sekadar kilas balik, Dimas Moersas mengawali perjalanannya sebagai pengamen jalanan. Cowok kelahiran Tegal, 4 Oktober 1986 itu dinyatakan lolos audisi dan didapuk menjadi vokalis ST 12. Entah mimpi apa Dimas saat itu, yang jelas ST 12 telah mengagendakan promo tur album Terjemahan Hati ke berbagai negara Asia bahkan ke Eropa.

Dari bunyi pengumuman di atas, Dimas disebut ingin bersolo karier. Entah fakta sebenarnya seperti apa, yang jelas kontrak Dimas tidak diperpanjang oleh management ST 12. Cowok yang pernah bekerja sebagai karyawan hotel itu harus kembali melepas seragam kebesaran ST 12 yang baru 2 tahun ia nikmati.

Setelah Dimas, siapa ya vokalis baru ST 12 yang akan dipilih oleh sang founder, Pepep? Kamar Musik berharap, grup band yang terbentuk di jalan Stasiun Timur nomor 12 tanggal 20 Januari 2004 ini nggak salah pilih vokalis lagi ya…

(@edofumikooo)